bogortraffic.com, BOGOR- Sebanyak 395 siswa primary level (SD) dan 8 murid free primary (TK) dari Sekolah Global Mandiri (SGM) Cibubur tampil memukau di Pagelaran Wayang Orang yang dihelat di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu sore. Acara ini berkolaborasi dengan Wayang Orang Bharata, mengusung tema “Kesatria Pringgondani” yang mengisahkan kepahlawanan Gatot Kaca, putra Bima, yang rela mengorbankan jiwa raganya untuk memperjuangkan kebenaran dan cinta tanah air.
Hadir dalam acara tersebut Direktur Sekolah Global Mandiri Dr. Rifa Ariani, SE, Ak, MPd, serta Staf Ahli Menteri LHK Bidang Energi Prof. Dr. Haruni Krisnawati, SHut, MSi. Sesekali terdengar riuh tawa ratusan penonton karena acara pagelaran wayang orang tersebut dikemas dengan gaya humoris anak-anak dan kekinian.
Kepala Sekolah SD, Dr. Anna Budiatmi, MPd, menekankan pentingnya peran sekolah dalam melestarikan dan mengembangkan hasil karya seni dan budaya tradisional daerah.
“Sekolah dinilai sangat strategis sebagai pewaris seni dan budaya. Pengenalan budaya daerah dilakukan sejak usia sekolah, terutama di pendidikan dasar. Di pundak merekalah tertumpang harapan untuk melestarikan seni dan budaya hasil karya pendahulu kita,” ujar Anna dalam sambutannya.
Anna Budiatmi juga menambahkan bahwa seni dan budaya tradisional asli daerah tidak akan lenyap ditelan gegap gempitanya budaya asing yang masuk ke Indonesia.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap kesenian Indonesia, menyalurkan bakat dan minat terhadap kesenian, meningkatkan apresiasi kesenian, mengajarkan rasa percaya diri, disiplin waktu, tanggung jawab, kebersamaan serta mengenal cerita legenda Indonesia,” jelasnya.
Ketua PAB, Anita Kadir, mengaku sangat mendukung acara ini karena dapat membentuk siswa menjadi lebih bertanggung jawab dan cinta tanah air.
“Saya lihat mereka begitu menghayati setiap peran. Saya tidak menyangka anak yang pendiam ternyata di atas pentas benar-benar mengeluarkan bakatnya,” ungkap Anita.
Wakil Kepala Sekolah SD, Yudi Wahyudi, SPd, menjelaskan bahwa ini merupakan pagelaran keempat yang telah dilakukan sejak 2014. Tema setiap kegiatan selalu tentang nusantara.
“Pertama Putri Hijau dari Sumatera, Maha Pralaya dari Jawa Timur dan Bali, Arung Palaka dari Sulawesi, dan yang keempat ini tentang pewayangan Kesatria Pringgondani. Semangatnya adalah mengajarkan nilai-nilai kebudayaan dan klosal sifatnya,” ujar Yudi.
Yudi menambahkan bahwa kegiatan ini selalu melibatkan ratusan anak, sehingga merupakan suatu tantangan karena prosesnya panjang. Untuk kegiatan ini, pihaknya melakukan studi literasi hampir dua tahun sejak pandemi.
“Kita melihat ceritanya seperti apa lalu konsul dengan ahlinya. Untuk pewayangan, kita berkolaborasi juga dengan Wayang Orang Bharata. Setelah itu, saya menuliskan ceritanya lalu membuat naskah baru kemudian anak-anak casting dan berlatih. Jadi prosesnya panjang banget,” jelas Yudi.
Ardi Nursodik, SPd, Jas, Pic event pagelaran, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan dua tahun sekali, tetapi sempat terhenti pada 2019.
“Berkat dukungan semua pihak, mulai dari orang tua murid, sponsor, sekolah serta para guru, acara ini kembali berjalan di 2024 ini. Para guru yang menjalankan, mengelola, mengatur, serta melatih ratusan siswa yang terlibat dalam pagelaran ini. Ada sekitar 79 guru yang terlibat dalam kegiatan ini,” papar Ardi.
Cano, siswa SD yang juga pemeran Dalang, mengaku senang terlibat dalam pagelaran seni ini. “Saya senang dan bangga kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses sehingga tidak sia-sia saya dan teman-teman berlatih sejak awal Januari 2024. Rasanya puas banget deh,” tandas murid kelas VI SD ini.






