Libatkan Disdukcapil, Pemkot Bogor Pastikan Proses Penyelenggaraan PPDB Tidak Ada Titip KK

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan, mengkonfirmasi keterlibatan pihaknya dalam proses ini. (Foto: Dok. Reka/Radar Bogor

bogortraffic.com, BOGOR – Rangkaian penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMP di Kota Bogor telah dimulai dengan antusiasme tinggi. Ribuan calon pendaftar telah tercatat melakukan pembuatan dan pendistribusian akun, menginput serta mengupload berkas persyaratan umum, memilih jalur, dan menjalani tahapan verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Pemkot Bogor sejak 20 Mei hingga 16 Juni 2024.

Penyelenggaraan PPDB tahun ini memiliki perbedaan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Calon pendaftar harus menginput, mengupload, serta menjalani verifikasi dan validasi berkas terlebih dahulu sebelum pendaftaran dibuka. Proses ini juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor untuk memastikan keabsahan data.

Berita Lainnya

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan, mengkonfirmasi keterlibatan pihaknya dalam proses ini.

“Pada PPDB 2024, kami dapat mengakses akun PPDB sehingga bisa memverifikasi berkas yang diupload oleh peserta didik. Kurang lebih ada 10.900 berkas pendaftaran yang telah kami verifikasi,” ujar Ganjar pada Sabtu (15/6/2024).

Ganjar menjelaskan bahwa setiap hari ada 25-30 petugas operator yang bekerja hingga pukul 10 malam untuk memverifikasi sekitar 600-700 berkas secara paralel. Menjelang hari terakhir, hanya tinggal puluhan berkas saja yang belum terverifikasi.

Ia menyebut, Proses verifikasi dan validasi tahun ini dilakukan lebih ketat, sesuai dengan Perwali Nomor 23 tahun 2024.

“Calon peserta didik harus berada dalam keluarga bapak dan ibu kandungnya. Domisili si anak minimal diterbitkan 1 tahun atau lebih. Jika tidak memenuhi syarat ini, berkas otomatis gugur,” jelas Ganjar.

Ganjar menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan seleksi ketat untuk mengeliminasi berkas-berkas yang tidak memenuhi syarat atau menggunakan data manipulatif. “Kami memadupadankan data dengan database di Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan keabsahan informasi yang diberikan,” tegasnya.

Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari, memastikan bahwa pada PPDB tahun ini tidak ada praktik pindah KK yang melanggar aturan. “Insya Allah tidak ada titip KK. Itu sudah tidak dimungkinkan lagi sesuai dengan Perwali terbaru mengenai PPDB,” ungkap Hery.

Hery menekankan bahwa sistem PPDB saat ini dirancang untuk menghindari praktik curang dan memastikan proses penerimaan siswa berjalan transparan dan adil. “Kami berupaya untuk memitigasi segala bentuk kecurangan sejak awal, sehingga proses PPDB dapat berjalan dengan lancar dan sesuai aturan,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah ketat ini, diharapkan PPDB SMP di Kota Bogor tahun 2024 dapat berlangsung secara adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan