PGE Targetkan Kapasitas 1 GW dan Perkuat Swasembada Energi Nasional

PLTP Lumut Balai

bogortraffic.com, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) menandai tahun 2025 sebagai periode penting dalam memperkuat fondasi pengembangan panas bumi nasional. Melalui pengelolaan operasi yang andal dan penambahan kapasitas terpasang, PGE konsisten mendukung target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menegaskan bahwa panas bumi memiliki peran strategis sebagai tulang punggung transisi energi dan swasembada nasional.

Bacaan Lainnya

“PGE berupaya menghadirkan solusi energi bersih yang inklusif dan inovatif sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi dan swasembada energi nasional. Berbagai capaian yang diraih sepanjang tahun ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjaga keandalan operasi, meningkatkan kapasitas terpasang, serta memastikan setiap langkah pengembangan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ahmad Yani.

Ekspansi Kapasitas dan Proyek Strategis

Sepanjang 2025, PGE berhasil meningkatkan total kapasitas mandiri menjadi 727 megawatt (MW) setelah beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2. Selain itu, PGE memulai eksplorasi greenfield di PLTP Gunung Tiga, Lampung, dengan potensi 55 MW.

Proyek-proyek PGE juga telah masuk dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas, yang menegaskan posisi panas bumi sebagai investasi berkelanjutan yang krusial bagi Indonesia.

Sinergi BUMN untuk Ketahanan Listrik

Dalam mempercepat transisi energi, PGE memperkuat kolaborasi dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP). Sinergi antar-BUMN ini bertujuan memastikan pengembangan panas bumi dilakukan secara efisien dan terintegrasi.

“Panas bumi memiliki peran strategis karena ketersediaannya yang stabil sepanjang waktu. PGE berkomitmen menghadirkan energi bersih yang berkelanjutan sekaligus bernilai tambah bagi masyarakat. Melalui sinergi dengan para pemangku kepentingan, kami dapat mempercepat pengembangan panas bumi dan memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan nasional,” tambah Ahmad Yani.

Inovasi Beyond Electricity dan Pemberdayaan Lokal

Sebagai world class green energy company, PGE tidak hanya fokus pada listrik. Melalui strategi Beyond Electricity, Perseroan mengembangkan Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu dan green data center.

Di sisi sosial-ekonomi, PGE menghadirkan inovasi nyata seperti teknologi Geothermal Dry House di Kamojang yang berhasil mengantarkan petani kopi lokal menembus pasar ekspor Asia dan Eropa. Ada pula pengembangan Pupuk Booster Katrili di Lahendong yang membantu produktivitas petani Minahasa.

Visi Jangka Panjang

Ke depan, PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 GW dalam 2-3 tahun ke depan dan melonjak menjadi 1,8 GW pada 2033. Dengan potensi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola mandiri, PGE optimistis dapat terus menjaga ketahanan energi nasional dan mendorong ekonomi hijau Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan