bogortraffic.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) menekankan pentingnya penguatan perdagangan Indonesia sebagai mesin penggerak masuknya investasi berorientasi ekspor.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) Global Investment Forum pada ajang JITEX 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Mendag Busan menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah mengimplementasikan 25 perjanjian perdagangan, 2 sedang diratifikasi, dan 13 dalam tahap negosiasi untuk menciptakan kepastian pasar.
“Perjanjian dagang tidak hanya memperlancar perdagangan, tetapi juga memungkinkan investasi. Jika perdagangan berjalan dengan baik, investasi akan mengikuti. Kementerian Perdagangan membuka investasi seluas-luasnya melalui berbagai perjanjian dagang,” ujar Mendag Busan.
“Ketika banyak peluang ekspor yang terbuka, dengan sendirinya investasi datang, terutama terkait investasi yang berorientasi ekspor,” lanjutnya.
Selain pasar global lewat program “UMKM BISA Ekspor” yang berhasil mencetak nilai transaksi USD 347 juta sepanjang Januari–Agustus 2026, Kemendag juga memperluas pasar domestik bekerja sama dengan jaringan ritel modern.
“Untuk dalam negeri, Kemendag bekerja sama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO). Produk-produk lokal kita sudah banyak dijual di ritel modern. Syaratnya, produk harus berkualitas dan berdaya saing. Kalau produknya memiliki standar, HIPPINDO sudah siap untuk menampung produk Bapak dan Ibu semua,” kata Mendag Busan.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menyambut positif kolaborasi tersebut dalam mendukung status Jakarta sebagai kota global.
“Semua ini mengacu pada perdagangan. Perdagangan akan meningkatkan ekonomi Kota Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujar Budi.





