Dorong Ekosistem UMKM, Christianto Salimanan Raih Penghargaan Best Pitching Programme Kemenpora RI

Christianto Salimanan ( kanan ) bersama Bapak Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sumber : Dokumentasi Panitia Wirasena Youth Camp 2026

bogortraffic.com, JAKARTA – Christianto Salimanan, startup founder BioBIM+ Green Building sekaligus perwakilan Provinsi Jawa Barat dalam Wirasena Youth Camp 2026, berhasil meraih penghargaan Best Pitching Programme dalam rangkaian Indonesia Youth Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) pada Kamis – Jumat, 29 – 30 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas gagasan yang dibawanya melalui program 1.000 Garuda Impact.

Bacaan Lainnya

​Pencapaian ini diraih Christianto setelah lolos seleksi ketat Wirasena Youth Camp 2026 yang menjaring peserta dari lebih dari 5.100 pendaftar di seluruh daerah.

​Inisiatif 1.000 Garuda Impact terinspirasi dari konsep Michelin Star guna mengkurasi, mengapresiasi, serta menghubungkan bisnis lokal berpotensi dengan pasar yang lebih luas.

​“Indonesia memiliki begitu banyak potensi bisnis dan anak muda dengan gagasan luar biasa. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh ekosistem yang mampu membantu mereka bertumbuh, memperoleh akses, dan menciptakan keberlanjutan. Melalui 1.000 Garuda Impact, saya ingin menghadirkan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” ungkap Christianto.

​Founder & CEO BioBIM+ Green Building ini memiliki rekam jejak panjang di bidang teknologi pembangunan berkelanjutan serta pendampingan UMKM selama lima tahun.

​Bagi Christianto, raihan predikat pada panggung nasional tersebut merupakan dorongan awal untuk membuka akses kolaborasi yang lebih luas bagi kemajuan generasi muda Indonesia.

​“Bagi saya, keberhasilan bukan hanya tentang membangun bisnis yang bertumbuh, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman yang kita miliki dapat membuka jalan bagi orang lain untuk berkembang. Saya percaya Indonesia tidak kekurangan potensi, melainkan membutuhkan lebih banyak ruang, koneksi, dan kesempatan untuk mewujudkannya.”tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan