bogortraffic.com, BANDUNG – PERSIB resmi meluncurkan campaign kemanusiaan Lekas Pulih Indonesia, Senin, 2 November 2026. Melalui campaign ini, PERSIB mengajak seluruh Bobotoh untuk bersama-sama menyalurkan donasi bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.
Aksi tanggap bencana ini difokuskan untuk membantu masyarakat terdampak di berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan, Sumatra, hingga daerah lain di Indonesia yang menghadapi gangguan kabut asap dan penurunan kualitas udara.
Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengatakan, campaign tersebut merupakan bentuk ajakan kepada Bobotoh untuk menghadirkan kepedulian melalui langkah nyata.
“Hari ini, PERSIB mengajak seluruh Bobotoh untuk bersama-sama mengambil bagian dalam gerakan kepedulian bagi saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Kami percaya bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Ketika ada saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan, sudah sepatutnya kita saling menguatkan,” ujar Adhi.
Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan Bobotoh tidak hanya ada di dalam lapangan, tetapi juga nyata dalam aksi sosial.
“Bobotoh selalu menunjukkan energi kebersamaan yang luar biasa. Dukungan itu tidak pernah berhenti hanya selama 90 menit pertandingan. Melalui Lekas Pulih Indonesia, kami ingin mengajak energi kebersamaan tersebut untuk hadir dalam bentuk kepedulian dan membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi dampak bencana,” katanya.
Donasi dapat disalurkan langsung melalui PERSIB App dan akan didistribusikan bersama mitra sosial Dompet Dhuafa berupa penyediaan masker, obat-obatan, vitamin, hingga program penanaman bibit pohon baru.
“Kami memahami bahwa pemulihan membutuhkan waktu dan keterlibatan banyak pihak. Apa yang dilakukan PERSIB dan Bobotoh melalui campaign ini adalah bentuk kepedulian dan ikhtiar untuk ikut mengambil bagian. Kami berharap bantuan yang terkumpul dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan,” tutur Adhi.




