Perluas Akses Ekspor, Kementerian UMKM Kolaborasi Bareng Barantin

Kementerian UMKM gandeng Barantin guna tingkatkan daya saing produk dan perluas akses ekspor pasar global bagi UMKM.

bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalin kolaborasi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk meningkatkan daya saing produk UMKM dan memperluas akses pasar domestik maupun global melalui pemenuhan standar mutu, keamanan produk, serta integrasi layanan digital.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam Indonesia Quarantine Expo 2026 bertema Protecting Indonesia, Connecting the World di Jakarta, Jumat (23/10/2026), menegaskan bahwa pelindungan sumber daya hayati dan perluasan akses perdagangan harus berjalan beriringan guna membuka peluang pertumbuhan usaha.

Bacaan Lainnya

“Indonesia tidak hanya perlu memastikan keamanan dan kualitas komoditas yang diperdagangkan, tetapi juga memperkuat kemampuan para pengusaha UMKM agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan nasional maupun internasional,” kata Menteri Maman.

Menurutnya, keunggulan produk di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri pengolahan harus diimbangi dengan pemenuhan standar mutu, keamanan, sertifikasi, serta ketentuan teknis negara tujuan ekspor. Oleh karena itu, ia berharap Barantin menjadi mitra pendamping pengusaha UMKM.

“Ketika berbicara ekspor, kita tidak bisa hanya mengikuti standar dalam negeri, tetapi juga harus menyesuaikan dengan standar negara tujuan. Di sinilah peran Barantin sangat penting untuk mendampingi UMKM agar semakin siap memasuki pasar global,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian UMKM membuka peluang integrasi platform SAPA UMKM dengan sistem layanan digital Barantin, yakni BESTRAS (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology).

“Melalui SAPA UMKM, kami terus mendorong kemudahan akses informasi, pembinaan, pembiayaan, dan pasar. Sinergi dengan BESTRAS diharapkan semakin memudahkan pengusaha UMKM dalam memenuhi persyaratan perdagangan, khususnya untuk ekspor,” kata Menteri Maman.

Ia juga menekankan pentingnya peran usaha menengah sebagai agregator dalam rantai pasok guna mempermudah kemitraan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita perlu membangun kolaborasi yang kuat dan memperkuat kemitraan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pengusaha UMKM. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyatakan komitmen Barantin mendukung program UMKM naik kelas melalui penguatan ekosistem ekspor.

“Karantina hadir untuk mendukung Kementerian UMKM dalam ekosistem ekspor-impor, terutama memastikan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan memenuhi standar yang ditetapkan pembeli di luar negeri,” kata Karding.

Melalui Deklarasi Penguatan Perkarantinaan dan Pengembangan UMKM Ekspor yang digelar pada acara tersebut, kedua lembaga berkomitmen membangun ekosistem perdagangan yang lebih inklusif dan siap bersaing di pasar global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan