Kemenkop Gaet BPS, Sinkronisasi Data Jadi Kunci Sukses Kop Des Merah Putih Atasi Kemiskinan

Kemenkop Gaet BPS, Sinkronisasi Data Jadi Kunci Sukses Kop Des Merah Putih Atasi Kemiskinan.

bogortraffic.com, BOGOR – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Badan Pusat Statistik (BPS) akan bekerja sama untuk menyinkronkan data desa demi percepatan program pengentasan kemiskinan ekstrem melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Langkah ini menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang mengamanatkan pengentasan kemiskinan di desa.

Bacaan Lainnya

Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai landasan kebijakan yang tepat sasaran.

Ia berharap Kopdes/Kel Merah Putih dapat menyasar langsung kantong-kantong kemiskinan dan memutus rantai distribusi yang panjang.

“Kopdes/Kel Merah Putih ini bisa berdampak sosial secara nyata seperti pengurangan kemiskinan, memutus rantai distribusi yang panjang dan lainnya,” kata Menkop Budi Arie setelah beraudiensi dengan Kepala BPS.

Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, juga menyoroti kebutuhan data desa dari BPS. Data ini penting untuk memetakan potensi desa dan menyalurkan komoditas strategis bersubsidi, seperti pupuk, agar lebih tepat sasaran.

“Kami butuh dukungan BPS, misalnya untuk menyalurkan pupuk subsidi, kami perlu tahu berapa luas lahan pertanian dan jumlah petaninya. Dengan data yang akurat, distribusi bisa lebih tepat,” ujar Wamenkop Ferry.

Sementara itu, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa BPS telah memiliki beragam data profil desa, termasuk potret kemiskinan.

Berdasarkan data BPS per Maret 2025, angka kemiskinan nasional turun menjadi 23,85 juta jiwa, dengan kemiskinan ekstrem mencapai 2,38 juta jiwa. Data ini dapat dirinci hingga tingkat desa, menjadikannya acuan penting untuk perumusan kebijakan.

BPS juga memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dapat dijadikan rujukan. Amalia melihat potensi besar Kopdes/Kel Merah Putih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan BPS siap menyediakan aplikasi pendataan koperasi untuk mendukung program ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan