bogortraffic.com, JAKARTA — Asosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (APPRODI) sukses menggelar Konferensi Nasional Produktivitas sekaligus Pelantikan Pengurus Pusat periode 2026–2031. Acara yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri oleh sekitar 400 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, APINDO, Kadin, hingga pakar internasional dari Kanada.
Dalam sambutannya, Ketua Umum APPRODI, Sanggam Purba, menegaskan bahwa akselerasi produktivitas merupakan syarat mutlak untuk memastikan keberhasilan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia harus berani melakukan lompatan besar dalam strategi ekonominya.
“Perlu ada upaya serius untuk menggeser dominasi kontribusi pertumbuhan penyerapan tenaga kerja dan investasi kepada kontribusi pertumbuhan produktivitas. Ini adalah upaya menggeser input driven strategy menjadi productivity driven strategy,” ujar Sanggam di Jakarta.
Selama lima tahun perjalanannya, APPRODI telah mengonsolidasikan lebih dari 1.500 anggota yang tersebar di berbagai provinsi. Sebagai wadah profesional, APPRODI mengambil posisi strategis untuk mensinergikan lima pemangku kepentingan utama (pentahelix): Pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.
Sanggam melaporkan bahwa selama periode pertama, APPRODI telah aktif memberikan layanan pengembangan kompetensi SDM, konsultansi, hingga pengukuran produktivitas. Kedepannya, kepengurusan periode 2026–2031 akan tetap berkomitmen menjalankan delapan program strategis, mulai dari pengembangan sertifikasi kompetensi hingga inovasi rekayasa teknologi.
5 Rekomendasi Prioritas untuk Ekonomi Nasional
Dalam momentum pelantikan tersebut, Sanggam Purba menyampaikan lima poin rekomendasi strategis kepada pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, yakni:
-
Indikator Keberhasilan: Menjadikan produktivitas sebagai ukuran utama keberhasilan pembangunan di tingkat pusat maupun daerah.
-
Deklarasi Nasional: Perlunya deklarasi bersama untuk melaksanakan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS).
-
Penguatan Lembaga: Memperkuat Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) agar setara dengan negara-negara anggota Asian Productivity Organization (APO) lainnya.
-
Sistem Pengupahan Berkeadilan: Mendorong penerapan Productivity Link Wages System dan Gain Sharing Productivity (bagi hasil produktivitas) untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
-
Budaya Produktif: Membentuk etos kerja masyarakat agar kualitas hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin secara berkelanjutan.
Sanggam meyakini bahwa keterlibatan lintas sektor sesuai Perpres Nomor 1 Tahun 2023 tentang Lembaga Produktivitas Nasional akan menjadi kunci.
“Saya percaya apabila Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing ini dilaksanakan secara konsisten, serius, dan berkelanjutan, target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% akan dapat diwujudkan,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri secara virtual maupun langsung oleh tokoh-tokoh penting seperti Ibu Shinta Wijaya Kamdani (Ketua Umum APINDO), Dr. Indra Pradana Singawinata (Sekjen APO), dan Ms. Dawn Ringrose dari Organizational Excellence Specialist Kanada, yang menunjukkan dukungan internasional terhadap penguatan produktivitas di Indonesia.






