bogortraffic.com, BOGOR – Ribuan warga Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar aksi damai menuntut percepatan normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas. Aksi ini berlangsung pada Minggu pagi (4/5/2025) dan dipusatkan di Bunderan Marco, depan Intermedia Vila Nusa Indah 2.
Aksi dimulai dengan longmarch sejak pukul 06.00 WIB. Massa menyuarakan keresahan mereka terkait ancaman banjir yang terus membayangi wilayah tersebut setiap musim hujan tiba.
Dalam orasi yang disampaikan, warga mendesak pemerintah dari tingkat daerah hingga pusat untuk segera mengambil langkah konkret. Normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas dianggap sebagai solusi utama untuk menyelamatkan nyawa dan harta warga.
Sekretaris Jenderal Aksi, Ampu Aritonang, menyampaikan bahwa tuntutan ini ditujukan langsung kepada Bupati Bogor, Gubernur Jawa Barat, hingga Presiden Republik Indonesia.
“Kedalaman banjir yang terjadi 4 Maret 2025 lalu mencapai 4 hingga 6 meter. Kerugian material besar kami alami, dan kami tak ingin kejadian serupa terulang lagi,” ungkap Ampu.
Ia juga mengingatkan bahwa peristiwa banjir serupa sudah berulang kali terjadi. Misalnya, pada 21 April 2012 dan 1 Januari 2020, wilayah Bojongkulur juga dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 2–3 meter.
“Iklim global berubah. BMKG bilang, banjir lima tahunan bisa jadi datang tiap tiga tahun. Kalau tidak segera diantisipasi, dampaknya bisa semakin parah,” tegasnya.
Ampu mengapresiasi langkah awal Pemkab Bogor yang telah melakukan pengukuran turap. Namun ia menyoroti lambatnya proses pembebasan lahan, yang disebut baru dianggarkan untuk tahun 2025–2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses lelang baru akan dilakukan tahun 2027, dan pelaksanaan normalisasi dijadwalkan pada tahun 2028.
“2028 itu terlalu lama. Kami ingin 2027 pekerjaan fisiknya sudah berjalan. Kalau terus ditunda, bisa-bisa akan ada korban lagi.”
Sebagai bentuk tekanan lanjutan, Ampu menyatakan bahwa pihaknya akan melayangkan surat terbuka kepada jajaran pemerintah apabila tuntutan ini tidak segera ditanggapi.





