bogortraffic.com BOGOR– Pasca kecelakaan lalu lintas tragis di Jalan Prada Samlawi, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, yang merenggut dua korban jiwa, warga setempat menyoroti minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sebagai salah satu faktor penyebab utama.
Sejumlah warga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor untuk segera menambah jaringan lampu PJU, khususnya di ruas-ruas jalan utama wilayah Rumpin yang masih gelap gulita saat malam hari.
“Kami sudah lama mengeluhkan kurangnya penerangan jalan. Setelah ada kecelakaan kemarin, harusnya pemerintah segera tanggap,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPT Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan (P4) Wilayah V Jasinga, Darman, mengakui bahwa kebutuhan lampu PJU memang belum sepenuhnya sesuai dengan panjang dan kondisi ruas jalan yang ada.
“Hal ini tentunya berkaitan dengan ketersediaan anggaran yang terbatas,” ujar Darman saat dikonfirmasi pada Minggu (15/6/2025).
Meski demikian, lanjutnya, pihak UPT P4 terus mengajukan usulan penambahan PJU ke Dishub Kabupaten Bogor, terutama untuk wilayah-wilayah prioritas yang memiliki potensi risiko tinggi seperti jalan utama di Kecamatan Rumpin.
Darman menyebut hingga saat ini sebanyak 447 titik lampu PJU telah terpasang di seluruh desa yang berada di Kecamatan Rumpin. Khusus di Desa Rumpin, jumlah titik PJU yang terpasang mencapai 68 titik berdasarkan data terakhir tahun 2024.
“Pada tahun anggaran 2023 dan 2024 juga sudah dilakukan penambahan titik-titik baru di Desa Rumpin dan Desa Rabak,” tambahnya.
Namun, warga menilai jumlah tersebut belum mencukupi, terutama untuk ruas-ruas jalan yang menjadi jalur utama dan padat aktivitas masyarakat pada malam hari.
Sebagai unit pelaksana teknis dari Dishub Kabupaten Bogor, UPT P4 Wilayah V Jasinga memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas-tugas teknis di bidang perhubungan. Darman memastikan pihaknya akan terus mendorong percepatan penyediaan infrastruktur dasar seperti lampu PJU demi keselamatan pengguna jalan.
“Kami akan terus perjuangkan penambahan titik lampu di wilayah yang masih minim penerangan, termasuk di lokasi-lokasi rawan kecelakaan,” pungkasnya.
Warga berharap Pemkab Bogor melalui Dishub bisa bergerak cepat sebelum korban berikutnya jatuh. Bagi mereka, lampu jalan bukan hanya soal fasilitas, tapi soal nyawa.






