bogortraffic.com, BOGOR- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor akhirnya buka suara mengenai dugaan penyunatan gaji guru honorer yang sebelumnya disorot oleh mahasiswa dalam aksi unjuk rasa beberapa hari lalu. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Nina Nurmasari, dengan tegas membantah adanya tindakan pemotongan gaji guru honorer oleh pihak sekolah.
“Saya yakin tidak ada penyunatan, dan kalaupun ada potongan (gaji), siapa yang memotongnya?” ujar Nina Nurmasari dikutip Pakar pada Minggu (13/10/2024).
Menurutnya, isu pemotongan gaji tersebut sebenarnya terkait dengan penggunaan rekening guru lain sebagai perantara pembayaran gaji bagi guru yang belum terdaftar dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Hal ini dilakukan karena beberapa guru honorer tidak bisa menerima gaji mereka akibat belum tercatat dalam sistem Dapodik.
“Mungkin kasusnya adalah ada guru yang tidak bisa masuk Dapodik, sehingga gajinya tidak bisa dibayarkan secara langsung. Oleh karena itu, gajinya dititipkan melalui rekening guru lain, dan saat ini sedang kami tertibkan proses tersebut,” jelas Nina.
Dengan munculnya tanggapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, diharapkan adanya klarifikasi lebih lanjut serta penertiban sistem pembayaran gaji guru honorer agar masalah seperti ini tidak lagi terjadi di masa mendatang.






