Blank Spot di Cigudeg, Kepala Desa: 2.300 Jiwa Belum Tersentuh Internet Stabil

Kepala Desa Cigudeg, Andi Supriadi

bogortraffic.com, BOGOR– Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang digadang-gadang menjadi Ibu Kota Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Kabupaten Bogor Barat, justru masih menghadapi persoalan krusial: ribuan warganya belum menikmati akses internet yang layak.

Kondisi blank spot masih terjadi di sejumlah kampung di Desa Cigudeg, seperti Pasirawi, Ciahok, Barutujuh, hingga Kampung Empang. Berdasarkan data pemerintah desa, sekitar 2.300 jiwa dari total 17.000 warga Desa Cigudeg belum tersentuh jaringan internet stabil.

Bacaan Lainnya

“Ada sekitar kurang lebih 2.300 jiwa yang belum merdeka sinyal internet dari total masyarakat Desa Cigudeg,” ujar Kepala Desa Cigudeg, Andi Supriadi

Menurutnya, tiga RW yang tersebar di empat kampung tersebut berada di wilayah yang cukup luas dan berbatasan dengan kawasan perbukitan, membuat sinyal telekomunikasi sulit menjangkau.

Meskipun saat ini mulai masuk layanan Wi-Fi berbayar dari perusahaan swasta, namun hal itu belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat akan akses komunikasi yang stabil dan terjangkau.

“Mudah-mudahan dengan adanya pihak swasta ini bisa membantu masyarakat. Tapi kami juga tetap berharap Pemkab Bogor turun tangan memberikan jalan keluar bagi warga yang kesulitan sinyal,” tambah Andi.

Ia menegaskan, keterbatasan akses internet tak hanya berdampak pada kebutuhan hiburan atau komunikasi, tetapi juga menghambat arus informasi dari pemerintah desa ke warga, serta memengaruhi sektor pendidikan dan layanan publik lainnya.

“Informasi penting dari pemerintah desa saja banyak warga yang tidak tahu, karena sulit sinyal. Ini tentu sangat disayangkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Andi berharap, jika benar Cigudeg akan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bogor Barat ke depan, maka perbaikan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, hingga telekomunikasi harus menjadi prioritas utama.

“Kami berharap segera ada langkah konkret, supaya masyarakat bisa menikmati jaringan internet lebih baik. Ini bukan soal kemewahan, tapi kebutuhan dasar warga di era digital seperti sekarang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan