bogortraffic.com, BOGOR- KPU Kota Bogor, Jawa Barat, mulai melakukan pembersihan alat peraga kampanye (APK) Pilkada 2024 menjelang masa tenang yang dimulai pada 24 November 2024. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas kampanye dalam bentuk apa pun selama masa tenang hingga hari pemungutan suara pada 27 November 2024.
Ketua KPU Kota Bogor, M. Habibi Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa pembersihan APK dilakukan berdasarkan kesepakatan rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.
“Pada malam Minggu pukul 00.00 WIB, kita akan melaksanakan pembongkaran simbolis, menandai dimulainya masa tenang. Pada Minggu pagi, kita bersama-sama akan membersihkan APK di seluruh wilayah Kota Bogor,” ujar Habibi pada Kamis (20/11/2024).
Habibi menegaskan bahwa pembersihan ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemkot Bogor, KPU, dan Bawaslu. Karena jumlah APK yang tersebar cukup banyak, proses pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu. Sampah APK nantinya akan dikumpulkan dan didaur ulang oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.
“Sampah APK yang terkumpul akan dikelola oleh DLH dan didaur ulang untuk mengurangi limbah,” jelasnya.
Selain pembersihan fisik, KPU Kota Bogor juga menekankan larangan segala bentuk kampanye selama masa tenang. Hal ini mencakup aktivitas di lapangan, pemasangan APK, hingga promosi melalui media sosial.
Habibi mengingatkan pasangan calon kepala daerah untuk mematuhi aturan, termasuk ketika menghadiri undangan masyarakat.
“Saat masa tenang, tidak boleh ada unsur kampanye dalam bentuk apa pun, baik melalui media sosial maupun acara di masyarakat. Pelanggaran akan ditindak oleh Bawaslu,” tegasnya.
KPU berharap langkah ini dapat menciptakan suasana kondusif menjelang Pilkada serentak 2024. Dengan membersihkan APK dan menjaga netralitas selama masa tenang, masyarakat diharapkan dapat fokus untuk menggunakan hak pilihnya dengan tenang dan bijak.
Masa tenang yang berlangsung dari 24 November hingga 26 November 2024 diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak untuk merefleksikan pilihan mereka tanpa gangguan kampanye, baik secara langsung maupun digital.






