Teten Masduki ajak UMKM Go Digital dengan Pembayaran Non-Tunai

Bogor Traffic, JakartaMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengajak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus merambah sektor digital, salah satunya dengan menggunakan pembayaran non-tunai.

“Penerapan digitalisasi UMKM berbasis aplikasi dan pembayaran cashless akan membantu pedagang menjangkau konsumen yang lebih luas. Kalau bisa sebanyak mungkin perusahaan rintisan membantu UMKM,” kata Teten di sela acara Hajatan UMKM di Tangerang Selatan, Minggu.

Berita Lainnya

Menurut Menteri Teten, UMKM memiliki peran penting sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia, terutama di masa pandemi COVID-19.

Ia menyebut, UMKM di sektor kuliner, khususnya, memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner dengan cita rasa dan keunikan tersendiri, yang menjadi nilai tambah dalam perdagangan.

Untuk mewujudkan potensi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendorong kolaborasi antara UMKM, lokapasar, dan startup pembayaran digital. Salah satu tantangan dalam pengembangan UMKM adalah literasi digital, terutama untuk membuka akses pasar.

Menteri Teten juga menyoroti manfaat lain dari digitalisasi UMKM, yaitu efisiensi biaya karena tidak memerlukan toko fisik. Hal ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan para pedagang. Dengan digitalisasi, pedagang tidak perlu menyewa tempat yang mahal, dan semakin besar pasar yang mereka capai, maka pendapatan juga akan meningkat.

“Padahal marketnya masih sangat terbuka, terutama di wilayah pinggiran kota besar, serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar. Di pasar tradisional juga sangat potensial. Secondary city ini juga yang perlu digarap,” ujarnya.

Hingga saat ini, pemerintah telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 21 juta UMKM. Namun, upaya untuk mencapai target digitalisasi 30 juta UMKM pada tahun 2024 terus dilakukan. Percepatan transformasi digital ini bertujuan untuk memastikan potensi ekonomi digital sebesar Rp 4.531 triliun pada tahun 2030 dapat dioptimalkan oleh para pelaku UMKM dan masyarakat Indonesia.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan