Pantau Kondisi Jemaah Haji Sakit Melalui Aplikasi Telejemaah

Bogor Traffic, Mekkah – Pada penyelenggaraan kesehatan haji tahun 1444H/2023M, masih terdapat 186 jemaah haji yang sedang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) baik di Makkah maupun Madinah. Bagi keluarga di tanah air, mereka dapat memantau kondisi jemaah haji yang sakit tersebut melalui aplikasi telejemaah.

Dr. M. Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi 2023, menjelaskan bahwa keluarga di tanah air dapat memantau kondisi jemaah haji sakit melalui pembaruan yang dilakukan oleh tim visitasi dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) setiap harinya.

Berita Lainnya

“Tim visitasi dari KKHI setiap hari melihat langsung kondisi jemaah haji yang dirawat di RSAS dan melakukan update data harian melalui aplikasi Siskohatkes dan terkoneksi langsung ke aplikasi telejemaah,” ungkap Imran.

Aplikasi telejemaah sendiri merupakan inovasi yang telah digunakan selama dua tahun terakhir penyelenggaraan haji. Aplikasi ini berisi informasi kesehatan dari seluruh jemaah haji berdasarkan nomor porsi masing-masing.

Dr. Imran juga menyebutkan bahwa KKHI menerima banyak pertanyaan mengenai kondisi jemaah haji sakit yang dirawat di RSAS baik dari keluarga di tanah air maupun tenaga kesehatan haji kloter (TKHK). Oleh karena itu, aplikasi telejemaah dilengkapi dengan menu riwayat pemeriksaan yang mencakup kondisi terkini jemaah haji sakit yang diperoleh melalui kegiatan visitasi harian.

“Kami menerima banyak pertanyaan dari keluarga yang khawatir dengan kondisi jemaah haji terutama yang sakit dan dirawat di RSAS. Untuk itu kami sarankan keluarga jemaah haji untuk pantau melalui aplikasi telejemaah,” ucap dr. Imran.

Untuk memantau kondisi jemaah haji sakit melalui aplikasi telejemaah, keluarga dapat mengunduh aplikasi tersebut melalui Play Store pada ponsel berbasis Android. Setelah menginstal aplikasi, keluarga dapat memasukkan nomor porsi jemaah terkait dan memantau kondisinya melalui menu riwayat pemeriksaan.

Menu riwayat pemeriksaan ini mencakup seluruh histori pemeriksaan jemaah haji sakit yang mendapatkan perawatan di KKHI, Poskes, hingga RSAS selama penyelenggaraan ibadah haji. Dalam menu ini, keluarga dapat mengetahui pembaruan harian mengenai kondisi jemaah haji sakit di RSAS, termasuk kondisi terkini jemaah, status perawatan di RSAS, dan diagnosis dari dokter penanggung jawab di RSAS.

Dr. Imran menjelaskan bahwa jika informasi alasan keluar menunjukkan “SEHAT”, itu berarti jemaah haji tersebut sudah keluar dari perawatan fasilitas kesehatan. Namun, jika informasi alasan keluar menunjukkan “NONE”, itu berarti jemaah haji sakit masih dirawat di RSAS.

Selain itu, menu riwayat pemeriksaan juga memuat informasi jika jemaah haji meninggal dunia. Menu ini akan memberikan informasi mengenai penyebab kematian hingga lokasi pemakaman.

Dengan adanya aplikasi telejemaah ini, tidak hanya petugas kesehatan yang dimudahkan, tetapi juga keluarga jemaah haji yang berada di tanah air dapat melihat pembaruan kondisi jemaah haji sakit terutama yang dirawat di RSAS.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan