Dua Teleskop Radio Baru di China Mulai Beroperasi, Dukung Eksplorasi Antariksa Dalam

Foto yang disediakan oleh Observatorium Astronomi Shanghai dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok ini menunjukkan teleskop radio dengan antena berdiameter 40 meter di kawasan Gunung Changbai di Provinsi Jilin, China timur laut pada 23 Desember 2024. (ANTARA/Xinhua)

bogortraffic.com, BOGOR- Dua teleskop radio canggih dengan antena berdiameter 40 meter mulai beroperasi di China. Teleskop yang terletak di China timur laut dan barat daya ini diharapkan dapat membantu menjawab berbagai misteri kosmis dan mendukung eksplorasi antariksa dalam.

Teleskop ini dibangun oleh Observatorium Astronomi Shanghai (SHAO), yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS). Salah satu teleskop berlokasi di Gunung Changbai di Provinsi Jilin, timur laut China, sementara yang lainnya berada di Shigatse, Daerah Otonom Xizang, barat daya China.

Bacaan Lainnya

Dengan pengoperasian kedua teleskop ini, jaringan Very-Long-Baseline Interferometry (VLBI) di China kini mencakup satu pusat kendali di Shanghai dan enam stasiun pengamatan di Shanghai, Urumqi, Kunming, Gunung Changbai, dan Shigatse. VLBI merupakan teknologi interferometri radio yang memungkinkan pengamatan objek kosmis dengan presisi tinggi, serta mendukung eksplorasi ruang angkasa yang lebih mendalam.

Teknologi VLBI memungkinkan penggabungan sinyal dari teleskop yang berbeda untuk membentuk teleskop virtual dengan ukuran yang lebih besar. Dengan penambahan dua teleskop baru ini, jarak maksimum antara teleskop di jaringan VLBI China diperpanjang dari 3.200 kilometer menjadi sekitar 3.800 kilometer. Hal ini meningkatkan area langit yang dapat diamati sebesar 25 persen dan meningkatkan resolusi sudut pada X-band sebesar 18 persen.

Shen Zhiqiang, Kepala SHAO, mengungkapkan bahwa dengan jaringan VLBI yang ditingkatkan ini, China dapat memberikan dukungan yang lebih besar untuk misi eksplorasi Bulan dan antariksa dalam, seperti misi Chang’e-1 hingga Chang’e-6 dan Tianwen-1 ke Mars. Jaringan ini juga memungkinkan pengukuran simultan dan pelacakan beberapa target di berbagai area langit.

Dua teleskop baru ini diharapkan akan memainkan peran penting dalam misi eksplorasi Bulan di masa depan dan membantu dalam menjelajahi objek-objek antariksa lainnya, seperti asteroid, Mars, dan Jupiter. Ye Shuhua, akademisi CAS, menjelaskan bahwa teleskop ini akan memperkuat kemampuan China dalam penelitian astronomi radio dan mengkaji fenomena-fenomena kosmis mutakhir seperti lubang hitam supermasif dan dinamika galaksi.

Proyek pembangunan kedua teleskop ini dimulai pada September 2023 dan menghadapi berbagai tantangan, termasuk lokasi yang ekstrem. Salah satu teleskop dibangun di ketinggian 4.100 meter, sementara lainnya terletak di daerah dengan suhu musim dingin yang bisa turun hingga di bawah minus 20 derajat Celsius.

Dalam upacara peluncuran teleskop, Wakil Presiden CAS, Ding Chibiao, menekankan pentingnya infrastruktur ilmiah dan teknologi dalam mendukung inovasi dan kolaborasi internasional di bidang iptek. Dengan dua teleskop baru ini, China semakin memperkuat posisinya dalam riset astronomi dan eksplorasi antariksa global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan