Masjid Al-Hidayah Kembali Berdiri sebagai Masjid Ramah Gempa Berkonsep Modern

Masjid Al-Hidayah Salman yang ramah gempa di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, saat terlihat pada malam hari.

bogortraffic.com, BANDUNG – Masjid Al-Hidayah di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, yang sebelumnya rusak berat akibat gempa 5,0 magnitudo pada 18 September 2024, kini telah bangkit kembali sebagai masjid ramah gempa dengan desain modern dan kokoh.

Peresmian masjid baru yang kini bernama Masjid Al-Hidayah Salman dilakukan pada Sabtu (10/5), oleh Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara. Masjid ini dibangun ulang oleh Rumah Amal Salman bekerja sama dengan arsitek dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB.

Bacaan Lainnya

“ITB ingin menjadi kampus kelas dunia, tapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Ilmu harus bisa diterapkan, menjadi amal jariyah yang bermanfaat,” ujar Prof. Tata dalam keterangannya di Bandung, Minggu (11/5).

Ketua Pengurus Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma, menyebut pembangunan kembali masjid ini merupakan bagian dari kelanjutan kegiatan tanggap darurat pasca-gempa. Selain mendirikan masjid, pihaknya juga membangun 13 shelter untuk tempat tinggal sementara warga.

Mipi menyampaikan bahwa desain masjid dikembangkan agar tahan gempa, estetis, dan nyaman.

Masjid dilengkapi fasilitas ibadah dan kegiatan sosial, serta menggunakan lantai parket kayu jati solid untuk kenyamanan jamaah.

“Gempa membawa kegelapan, tapi masjid baru ini insya Allah membawa cahaya—baik secara harfiah maupun kiasan—bagi warga dan pengunjung desa ini,” kata Mipi.

Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan Islam, dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, masjid ini menjadi ikon arsitektur modern yang membanggakan warga Kertasari.

Arsitek dari ITB, Andry Widyowijatnoko, menjelaskan struktur masjid menggunakan rangka beton bertulang dan atap baja ringan, dengan bentang maksimal 7,15 meter untuk menjamin ketahanan terhadap gempa.

“Desainnya sederhana tapi fungsional. Ruang utama bisa ditutup rapat agar tetap hangat di tengah udara dingin Kertasari. Selasar di sekeliling masjid memungkinkan perluasan kapasitas saat salat berjamaah,” ujarnya.

Keunikan lain, kata Andry, terletak pada pencahayaan masjid yang terang benderang namun tetap nyaman di mata. Hal ini turut menambah keindahan masjid di malam hari, menjadikannya simbol harapan dan semangat baru bagi warga setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan