bogortraffic.com, BOGOR— Sebuah video yang memperlihatkan aksi pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam video tersebut, sopir truk bersama kernetnya diminta memberikan uang dengan modus pemberian karcis oleh sejumlah pria tak dikenal.
Video tersebut pertama kali diunggah dan menjadi perhatian warganet pada Selasa (17/6/2025). Dalam tayangan yang dilihat bogortraffic.com, tampak seorang pria mendatangi sopir truk dan memberikan selembar karcis, lalu sopir pun menyerahkan uang. Tak hanya sekali, aksi serupa terekam berulang kali, menunjukkan bahwa sopir truk menerima lebih dari satu karcis dari orang yang berbeda, dan setiap karcis itu diikuti permintaan uang.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan publik dan sorotan tajam terhadap keamanan serta praktik pungli yang masih marak di jalanan.
Menanggapi video viral tersebut, pihak Polsek Klapanunggal langsung turun tangan. Kapolsek Klapanunggal AKP Silfi Adi Putri membenarkan adanya aksi pungli tersebut dan menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Atas beredarnya video viral tersebut, Polsek Klapanunggal kemarin sudah mengecek ke TKP dan mengamankan beberapa orang di jalan tersebut terkait pungutan karcis liar,” ujar AKP Silfi kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).
Dari hasil pengecekan, lima orang telah diamankan oleh petugas dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Proses penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi serta pengumpulan barang bukti, masih berlangsung.
“Saat ini sedang dalam proses penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi, serta pengumpulan bukti-bukti,” imbuh Silfi.
Kejadian ini memunculkan kecaman dari masyarakat, khususnya para pengemudi dan pelaku usaha logistik yang kerap melintasi jalur Klapanunggal. Mereka berharap polisi tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat dalam praktik pungli tersebut secara terorganisir.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa praktik pungli masih menjadi momok di sejumlah wilayah, terutama bagi para sopir yang kerap menjadi sasaran pemalakan saat menjalankan tugas.






