bogortraffic.com, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sekitar 15 persen kendaraan pemudik belum kembali ke Jakarta hingga Sabtu malam, 28 Maret 2026.
Sisa pergerakan kendaraan tersebut diprediksi berasal dari wilayah Jawa Barat dan jalur Trans Jawa yang akan masuk ke ibu kota pada hari ini.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa meskipun volume kendaraan diprediksi tidak setinggi hari sebelumnya, pihaknya tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi lonjakan arus dari arah timur.
“Malam ini kemungkinan tinggal 15%. Ini bagian dari Jawa Barat, Trans Jawa, kemungkinan besok tidak terlalu bangkitan tinggi tapi tetap kami persiapan apabila bangkitan arus yang dari timur,” kata Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dikutip Minggu (29/3/2026).
Selain jalur utama Trans Jawa, Korlantas juga memberikan perhatian khusus pada arus kendaraan dari arah selatan yang pergerakannya tidak terpantau melalui parameter Gerbang Tol (GT) Kalikangkung. Jika terjadi kepadatan yang signifikan, Polri siap menarik rekayasa lalu lintas hingga ke KM 414.
“Oleh sebab itu kemungkinan nanti juga ada bangkitan yang cukup tinggi dan kami sudah siap untuk melakukan one way tahap tiga yang sudah kita persiapkan mana perlu nanti kita tarik ke 414 lihat daripada trafik yang kita kelola,” kata Agus.
Hingga saat ini, sistem one way tahap II presisi masih diberlakukan mulai dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikampek Utama (Cikatama) arah Jakarta.
Skema ini dinilai efektif menjaga kelancaran arus kendaraan, didukung dengan penerapan contraflow satu lajur di ruas KM 70 hingga KM 55.
“Hasil monitoring menunjukkan bahwa arus di jalan tol cukup terkendali. Dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama) menuju Jakarta masih berjalan baik. Selain itu, diterapkan contraflow satu lajur dari KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek, dan hingga malam (Sabtu, 28 Maret 2026) ini kondisi tetap terkelola dengan baik,” jelas Kakorlantas.
Terkait kapan arus lalu lintas akan dikembalikan ke kondisi normal, Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa keputusan tersebut sangat bergantung pada situasi riil di lapangan.
Mengingat volume kendaraan menuju Jakarta masih cukup padat, kebijakan one way lokal tahap kedua masih dipertahankan hingga hari ini.
“Untuk saat ini, normalisasi belum dilakukan karena arus menuju Jakarta masih cukup padat. Secara keseluruhan, one way lokal tahap kedua masih dipertahankan hingga Minggu (29/3/2026), sambil terus dilakukan pemantauan dan evaluasi perkembangan arus lalu lintas,” tandasnya.





