bogortraffic.com, JAKARTA – Di tengah berbagai inisiatif global dan nasional, upaya untuk mewujudkan keberlanjutan di tingkat lokal kerap kali tidak mendapatkan dukungan yang memadai. Aliansi Kolibri, sebuah koalisi yang terdiri dari delapan organisasi masyarakat sipil, bertujuan untuk mengubah situasi ini dengan menggalang kekuatan bersama, baik melalui pembelajaran bersama maupun sumber pembiayaan alternatif.
“Aliansi Kolibri mencoba bersama-sama menggalang kekuatan baik sharing pembelajaran maupun sumber pembiayaan alternatif dengan harapan upaya inisiatif lokal ini bisa terus membuat perubahan nyata dari bawah,” kata Bernadinus Steni, Ketua Pengurus Aliansi Kolibri, saat peluncuran aliansi di Jakarta, pada Kamis (27/6/24).
Selain itu, Steni menjelaskan bahwa sektor pertanian di Indonesia menghadapi banyak tantangan, seperti degradasi tanah dan perubahan iklim, yang berdampak pada penurunan produktivitas. Selain itu, kurangnya edukasi tentang praktik pertanian berkelanjutan, akses terhadap teknologi modern, dan pembiayaan juga menjadi hambatan bagi petani.
Menurut Steni, ada perbedaan pendekatan dalam mencapai pertanian berkelanjutan di tingkat global dan nasional. Narasi dominan di tingkat nasional adalah konsep food estate, yang berfokus pada pembukaan lahan pertanian baru yang luas.
Inisiatif ini segera diadopsi oleh pemerintah daerah yang berlomba membuka lahan baru. Namun, inisiatif lokal yang diupayakan oleh petani dan organisasi masyarakat sipil sering kali terabaikan.
“Petani bersama masyarakat organisasi sipil tingkat lokal berupaya memberikan narasi pertanian berkelanjutan alternatif dan mencoba mewujudkannya di wilayah masing-masing. Upaya dari bawah ini tidak banyak mendapat dukungan,” tambahnya.
Aliansi Kolibri berharap dapat menjadi platform untuk memperkuat upaya lokal dalam mencapai keberlanjutan, terutama di sektor pertanian. Peluncuran aliansi ini mengusung tema “Menggalang Kekuatan Bersama demi Lingkungan yang Berkelanjutan” dan bertujuan untuk memperkuat jejaring serta kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam advokasi dan kerja-kerja mencapai keberlanjutan.
“Kami berharap Aliansi Kolibri bisa menjadi upaya bersama untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dari bawah, bukan didorong dari atas. Ini adalah harapan kami untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Steni menutup.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan yang lebih kuat, Aliansi Kolibri berkomitmen untuk menanggulangi deforestasi dan meningkatkan keberlanjutan di sektor pertanian Indonesia, sehingga perubahan nyata dapat terjadi mulai dari tingkat lokal.






