bogortraffic.com, BOGOR – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia turun langsung ke Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga untuk berkoordinasi dengan Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor dalam penanganan kebakaran, Selasa (8/9/2026).
Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menegaskan bahwa penanganan kebakaran TPA memerlukan dukungan dan kolaborasi kuat antarinstansi.
“Penanganan seperti ini tentu tidak mungkin dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, pemerintah pusat perlu hadir dan kami menawarkan bantuan yang dapat dilakukan untuk mendukung penanganan kebakaran ini,” ujar Diaz Faisal Malik Hendropriyono.
Ia memberikan apresiasi atas langkah sigap pemerintah daerah, Damkar, TNI, Polri, hingga bantuan water bombing sebanyak 10 sorti dari TNI AU.
“Kami melihat penanganannya sudah berjalan cukup cepat, baik dari pemerintah kota maupun kabupaten. Kami memberikan apresiasi kepada kedua kepala daerah dan Dinas Lingkungan Hidup yang telah bergerak menangani kebakaran ini,” katanya.
Sebagai upaya pencegahan jangka panjang, KLH menerbitkan surat edaran kepada para kepala daerah yang mengatur langkah antisipasi di tempat pemrosesan akhir sampah.
“Di TPA harus ada pembukaan yang dilakukan secara berkala, kemudian patroli dan langkah-langkah lainnya. Ini penting untuk mencegah kebakaran dan memastikan apabila ada titik api tidak mudah menyebar dan menjadi besar dengan cepat,” jelasnya.
KLH juga akan mengawasi kepatuhan pelaksanaan prosedur pencegahan ini pada 522 TPA di seluruh Indonesia secara berkala.
“Ini bukan semata-mata untuk memberikan sanksi atau sekadar memberikan instruksi kepada daerah. Tujuannya adalah untuk kebaikan kita bersama, agar TPA dapat dijaga dan kejadian yang tidak diinginkan seperti ini tidak kembali terjadi,” imbuhnya.





