bogortraffic.com, BOGOR – Dalam upaya memperkuat kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) di sektor maritim, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar dua program pelatihan strategis.
Kegiatan pelatihan ini dipusatkan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Jakarta pada Senin (10/11), menandai sinergi penting antarinstansi dalam memajukan sektor kemaritiman nasional.
Program pelatihan yang digelar mencakup:
- Diklat Syahbandar di Pelabuhan Perikanan, yang merupakan hasil kerja sama BPSDMP dan KKP.
- Diklat Marine Inspector Type B, yang difokuskan pada peningkatan kompetensi aparatur di bidang keselamatan pelayaran.
Kepala BPSDMP, Djarot Tri Wardhono, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM maritim merupakan pondasi utama keselamatan dan keberlanjutan pelayaran di Indonesia.
“Diklat ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya Marine Inspector yang andal, baik di bidang operasional maupun manajerial, demi mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antarinstansi menjadi faktor kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM maritim nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Kepelabuhan Perikanan, yang mewakili Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, menyebut kerja sama dengan Kementerian Perhubungan merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pelabuhan perikanan di Tanah Air.
“Jumlah SDM Syahbandar di pelabuhan perikanan saat ini masih terbatas. Melalui sinergi ini, kami berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan SDM Syahbandar agar pelayanan pelabuhan perikanan semakin optimal,” ungkapnya.
Kepala BP2TL Jakarta, Heru Widada, menjelaskan detail pelaksanaan kedua diklat tersebut. Diklat Syahbandar diikuti oleh 78 peserta dengan masa pelatihan selama 42 hari, sedangkan Diklat Marine Inspector Type B diikuti oleh 30 peserta selama 26 hari.
“Program ini dirancang agar peserta tidak sekadar memahami standar, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten di lapangan,” tegasnya.
Penyelenggaraan kedua diklat ini diharapkan melahirkan SDM maritim yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan operasional. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat sektor kemaritiman nasional menuju transportasi laut yang maju dan berkelanjutan.
Pembukaan diklat turut dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, serta Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut.





