Hadiri Forum ASEAN, Wamendag Roro Esti Perkuat Ketahanan Ekonomi Kawasan,

Wamendag Dyah Roro Esti apresiasi Capaian Prioritas Ekonomi ASEAN di AEM ke-58 Filipina dan perkuat integrasi perdagangan.

bogortraffic.com, BOGOR – Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menghadiri Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Pasay City, Filipina, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia mengapresiasi kemajuan Capaian Prioritas Ekonomi ASEAN (Priority Economic Deliverables/PED) di bawah Keketuaan Filipina.

Bacaan Lainnya

Salah satu capaian yang telah tuntas penuh yakni sektor inklusi keuangan Driving Financial Health Forward: Unlocking the Next Frontier Financial Inclusion.

“Indonesia mengapresiasi progres penyelesaian PED di bawah Keketuaan Filipina yang salah satunya berhasil diselesaikan secara penuh, yaitu Driving Financial Health Forward: Unlocking the Next Frontier Financial Inclusion. Selesainya beberapa PED tersebut menunjukkan kolaborasi antarnegara yang berjalan dengan baik dan berkesinambungan,” jelas Wamendag Roro.

Wamendag Roro juga menyoroti pentingnya penyusunan ASEAN Semiconductor Roadmap untuk memperkuat posisi kawasan dalam rantai pasok global berbasis riset dan sinergi investasi.

“Kami berharap, ASEAN mampu bertindak dengan tekad kolektif. Kekuatan ASEAN terletak pada persatuan dan kemampuan untuk merespons secara tegas sebagai satu komunitas. ASEAN akan memperkuat arsitektur keamanan ekonominya, memastikan kawasan ini tetap tangguh menghadapi tekanan eksternal serta berdaya saing dalam ekonomi global,” tandas Wamendag Roro.

Selain AEM, Wamendag Roro menghadiri Pertemuan ke-40 Dewan AFTA. Ia menegaskan kesiapan Indonesia di tingkat nasional untuk menerapkan inisiatif Borneo Corridors pada 2027 mendatang.

“Indonesia berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan kesiapan tingkat nasional bagi pelaksanaan Borneo Corridors pada 2027. Terkait hal ini, kami ingin menekankan pentingnya memastikan tersedianya infrastruktur yang diperlukan, serta kesiapan aspek hukum dan prosedural, guna mendukung kelancaran pelaksanaan Koridor Kalimantan ACTS,” jelasnya.

Menutup rangkaian agenda pada Pertemuan ke-24 ASEAN-BAC, Wamendag Roro mendorong implementasi kebijakan yang ramah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dalam pelaksanaannya, kita juga perlu mempertimbangkan perbedaan tingkat kesiapan dan kapasitas masing-masing negara anggota ASEAN. Indonesia mendukung penguatan kerja sama antara ASEAN-BAC, badan-badan sektoral ASEAN, dan sektor swasta agar berbagai inisiatif ASEAN dapat semakin menjawab kebutuhan dunia usaha,” pungkas Wamendag Roro.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan