Antisipasi Lonjakan Hotspot, Pemerintah Perkuat Operasi Udara dan Darat Penanganan Karhutla

Pemerintah perkuat penanganan karhutla di Kalteng dan Sumsel dengan 64 armada udara dan puluhan ribu personel gabungan.

bogortraffic.com, JAKARTA – Pemerintah terus mengintensifkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring dinamika kondisi di lapangan, khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan per Minggu (20/9/2026) pukul 23.59 WIB, terdeteksi 1.532 titik hotspot high confidence secara nasional.

Bacaan Lainnya

Dari enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah mencatatkan titik terbanyak yakni 968 titik, disusul Sumatera Selatan yang mengalami lonjakan menjadi 285 titik.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pengerahan sarana dan personel secara masif telah dilakukan sejak bulan lalu untuk meredam kebakaran.

“Sejak Agustus pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat dan helicopter serta 54.394 personel gabungan untuk menangani karhutla di berbagai wilayah terdampak. Operasi dilakukan untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, mengurangi dampak asap, serta melindungi masyarakat,” ujar Teddy Indra Wijaya, Minggu (20/9/2026).

Operasi tersebut mencakup water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembasahan lahan gambut, hingga pemadaman darat oleh tim gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan sukarelawan.

Di Kalimantan Tengah, sebaran kabut asap sempat memicu penurunan jarak pandang hingga 600 meter di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan mengganggu jadwal penerbangan. Sementara di Sumatera Selatan, BMKG mengimbau kewaspadaan tinggi mengingat sejumlah wilayah mengalami kekeringan ekstrem lebih dari 60 hari.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa indikasi hotspot terus diverifikasi melalui groundcheck dan meminta warga tidak membakar lahan serta membatasi aktivitas luar ruang saat kualitas udara memburuk.

Laporan terkait titik api maupun asap dapat disampaikan ke Posko Karhutla Kementerian Kehutanan via telepon (021-5704618), WhatsApp (+62 8131-00-35000), atau surel (posko.karhutla@kehutanan.go.id).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan