Dorong Perempuan Naik Kelas, Kementerian UMKM Luncurkan Program LAKSMI 2026

Kementerian UMKM luncurkan Program LAKSMI 2026 di Surabaya untuk dorong pengusaha mikro perempuan naik kelas.

bogortraffic.com, SURABAYA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi meluncurkan Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026 di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (23/9/2026).

Program ini dihadirkan guna meningkatkan taraf ekonomi serta pendapatan mandiri pengusaha mikro perempuan dan kelompok rentan.

Bacaan Lainnya

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi masyarakat desil 1–4 agar mampu mandiri secara finansial melalui wadah kewirausahaan produktif.

“Kita tidak ingin memelihara atau membuat saudara-saudara kita selalu berada pada posisi tangannya di bawah. Karena itu, mereka kita dorong untuk mulai berusaha, menghasilkan pendapatan secara mandiri, dan naik level melalui program-program pemberdayaan yang ada di Kementerian UMKM,” ujar Menteri Maman saat peluncuran bertajuk “UMKM Tumbuh, Kuat, dan Berdaya”.

LAKSMI 2026 memfokuskan pembinaan pada perempuan pengusaha mikro, mengingat sekitar 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh kelompok perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membina sekitar 14 ribu hingga 150 ribu penerima program pemberdayaan sosial ekonomi melalui pelatihan, sertifikasi, digitalisasi, hingga akses pembiayaan bersama Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Kita bina dulu, diberdayakan, diberikan pelatihan dan pendampingan. Setelah itu bisa dikolaborasikan dengan PNM dan lembaga-lembaga kemitraan lainnya. Tujuannya agar mereka berdaya, tumbuh, naik level, dan mandiri,” katanya.

Menteri Maman menambahkan, keberhasilan program akan ditinjau dari mutu serta nilai jual produk yang dihasilkan peserta.

“Kita tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas atau jumlah yang masuk, tetapi juga kualitas produk yang dihasilkan. Produk usaha mikro kita harus semakin berkualitas, baik makanan, pakaian, maupun produk lainnya, sehingga benar-benar mampu berkembang dan bersaing,” katanya.

Melalui sinergi ekosistem ini, LAKSMI diharapkan mampu mengakselerasi tingkat graduasi masyarakat penerima bantuan sosial menjadi keluarga mandiri.

“Target akhirnya bukan hanya meningkatkan omzet usaha, tetapi meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial, dan secara bertahap keluar dari kelompok masyarakat rentan menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera,” kata Menteri Maman.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Mira Riyati Kurniasih, menilai kolaborasi ini sebagai rantai pemberdayaan yang terintegrasi bagi keluarga penerima manfaat.

“Yang kita bangun adalah rantai pemberdayaan, mulai dari penguatan keluarga, menghubungkan keluarga yang sudah siap dengan peluang pengembangan usaha, hingga mengakselerasi kapasitas usahanya agar mereka naik kelas dan mencapai graduasi kesejahteraan,” ujar Mira.

“Harapan kita, keterhubungan ini menjadi ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga semakin banyak keluarga mampu membangun masa depannya dengan kekuatan sendiri,” kata Mira.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan