bogortraffic.com, FAKFAK – Masyarakat dan pemangku kepentingan di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Fakfak Timur, kini memiliki ruang baru untuk memetakan persoalan tata kelola wilayah.
Tim Ekspedisi Patriot 18 Universitas Hasanuddin (UNHAS) sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) interaktif di Aula SMP Negeri Fakfak Timur.
FGD ini menjadi wadah bagi warga transmigran untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kepastian hukum dan legalitas pertanahan, integrasi tata kelola antarkampung, hingga pemenuhan pelayanan publik.
Sekretaris Desa Fakfak Timur, Munawir Rengen, menyambut baik dan mengapresiasi keberanian tim mahasiswa dalam menjembatani konflik tata kelola yang sudah lama membelenggu wilayahnya.
“Ini merupakan langkah berani yang dilakukan teman-teman Patriot UNHAS karena terkait situasi dan kondisi masalah pertanahan di Kampung Weri, Distrik Fakfak Timur, yang sudah lama dan sering menjadi masalah di Kampung Weri. Masalah-masalah inilah yang menyebabkan pembangunan di Distrik Fakfak Timur, khususnya di Kampung Weri, tidak terlaksana dengan baik,” ujar Munawir Rengen.
Upaya penguatan kawasan transmigrasi ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam penataan kawasan dan pembangunan SDM. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menempatkan kualitas SDM sebagai fondasi utama.
“Pada akhirnya, semua bergantung pada kualitas SDM kita. Jika unggul dan berintegritas, maka sumber daya yang kita miliki dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Menko IPK AHY di Jakarta (25/5/2026).
Langkah nyata di lapangan ini juga memanifestasikan arahan Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang meminta seluruh anggota Tim Ekspedisi Patriot bekerja berorientasi pada dampak nyata.
“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” tegas Mentrans Iftitah di Jakarta (31/7/2026).
Melalui FGD ini, Tim Ekspedisi Patriot 18 UNHAS mengintegrasikan data lapangan dan aspirasi warga menjadi naskah akademik serta rekomendasi kebijakan berkelanjutan bagi kawasan transmigrasi Weri-Saharey.





