bogortraffic.com, BOGOR – Para pedagang beras di Pasar Lenteng Agung dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, merasakan dampak positif dari pengungkapan kasus beras oplosan.
Setelah pemerintah bersama Satgas Pangan Mabes Polri melakukan sidak, kedua pasar tradisional tersebut mengalami lonjakan pembeli.
Ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jakarta Selatan, Deddy Asmar, mengatakan lonjakan ini disebabkan oleh beralihnya pembeli dari ritel modern ke pasar tradisional.
“Mereka lebih yakin dan percaya terhadap beras yang dijual di pasar tradisional, terutama di pasar-pasar Jaksel seperti Pasar Minggu dan Lenteng Agung yang merasakan langsung lonjakan pembeli,” ujar Deddy, Selasa (5/8/2025).
Deddy menjelaskan, meningkatnya kepercayaan masyarakat tidak lepas dari fakta bahwa kedua pasar tersebut menjadi lokasi sidak pemerintah beberapa waktu lalu.
“Iya betul sekali ada lonjakan sejak sidak beras oplosan tempo hari. Kini masyarakat lebih percaya belanja ke pasar tradisional,” katanya.
Atas pengungkapan kasus ini, Deddy bersama puluhan pedagang beras menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan jajarannya.
“Terima kasih Bapak Mentan beserta Bapak Wamentan yang sudah peduli kepada kami sebagai pedagang di pasar tradisional sehingga masyarakat tidak khawatir lagi tentang beras oplosan,” kata Deddy.
Fenomena serupa juga terjadi di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Kepala Pasar Leuwiliang, Mulyadi, mengungkapkan bahwa jumlah pembeli beras meningkat signifikan setelah kasus beras oplosan ramai diberitakan.
“Memang ada peningkatan volume pembeli beras, terutama setelah munculnya pemberitaan mengenai kasus beras oplosan. Banyak masyarakat yang kini beralih dari pasar modern ke pasar tradisional,” kata Mulyadi.
Menurutnya, masyarakat merasa lebih yakin bahwa beras yang dijual di pasar tradisional asli dan tidak dioplos karena mereka sudah mengenal pedagangnya.






