bogortraffic.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons menohok terhadap sorotan media asing, The Economist, terkait kebijakan fiskal Indonesia.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah Indonesia justru layak mendapatkan apresiasi karena berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan defisit APBN dengan sangat disiplin.
Hal tersebut disampaikan Menkeu saat ditemui di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (18/5/2026).
Bandingkan Fiskal RI dengan Eropa
Purbaya meminta media internasional objektif dalam melihat rasio utang Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 40% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini dinilai jauh lebih sehat dibandingkan mayoritas negara di Eropa.
”Mereka suruh lihat deh kebijakan-kebijakan negara Eropa, berapa defisitnya, utangnya berapa. Itu mendekati 100% semua lho dari PDB. Kita masih 40% dari PDB. Kita masih bagus, harusnya The Economist muji kita,” ujar Purbaya tegas.
Ia juga menambahkan bahwa defisit fiskal Indonesia secara konsisten mampu dikendalikan di bawah batas aman undang-undang, yakni di bawah 3% dari PDB. Berdasarkan indikator tersebut, Menkeu memastikan perekonomian domestik dalam kondisi prima dan bebas dari masalah struktural.
Anggaran Program Prioritas Sudah Terhitung Matang
Menanggapi kekhawatiran global mengenai ruang fiskal RI akibat beban program baru, Purbaya memastikan seluruh program prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah masuk dalam kalkulasi yang cermat.
Beberapa program besar yang disorot meliputi:
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Koperasi Desa Merah Putih
- Subsidi Energi dan Sosial
Menkeu menjamin eksekusi program-program tersebut tidak akan mengorbankan atau mengganggu jalannya proyek pembangunan nasional lainnya yang sudah berjalan.
”Semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG dan program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam,” pungkasnya.





