Berantas Narkoba, Bupati Rudy Instruksikan Tes Urine Acak di Kantor Pemerintah

Bupati Bogor Rudy Susmanto instruksikan tes urine acak bagi ASN mulai dari dirinya sendiri. Simak komitmen tegas Pemkab Bogor berantas narkoba di internal.

bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah ekstrem dalam memerangi peredaran narkotika di wilayahnya. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menginstruksikan pelaksanaan tes urine secara acak bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kantor pemerintahan sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.

Rudy menegaskan bahwa upaya pembersihan barang haram ini harus dimulai dari jajaran internal birokrasi. Sebagai bukti transparansi dan keseriusan, ia meminta pemeriksaan tersebut diawali dari dirinya sendiri.

Bacaan Lainnya

“Ketika kita ingin memerangi narkotika dan obat-obatan terlarang, maka kita harus memberikan contoh terlebih dahulu. Untuk itu, kami meminta agar mulai hari ini dilakukan pemeriksaan tes urine secara acak di kantor-kantor pemerintah,” ujar Rudy Susmanto.

Ia menambahkan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan sikap tegas pemerintah daerah kepada publik.

“Saya ingin dimulai dari ruangan ini, dimulai dari saya sebagai Bupati Bogor. Kita harus menunjukkan kepada publik bahwa kita benar-benar serius dan tidak hanya sebatas imbauan,” tegas Rudy.

Bupati Rudy Susmanto menekankan pentingnya integritas dalam proses pemeriksaan agar tidak terjadi praktik kecurangan. Ia juga memberikan pilihan bagi mereka yang terlanjur terjerumus namun memiliki itikad baik untuk sembuh melalui jalur rehabilitasi. Namun, bagi yang sengaja menutupi, sanksi berat telah disiapkan.

“Jika ada yang terindikasi dan melapor, kita arahkan untuk rehabilitasi. Namun jika tidak terbuka dan terbukti melalui pemeriksaan, maka akan dikenakan sanksi tegas. Ini adalah wujud keseriusan kita dalam menjaga Kabupaten Bogor dari ancaman narkoba,” terangnya.

Prevalensi Narkoba Capai 2,11 Persen

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono, S.I.K., memberikan apresiasi atas komitmen tinggi Pemkab Bogor. Ia mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan menjadi salah satu perangkat daerah pertama yang telah menjalani tes urine menyeluruh dengan hasil negatif.

Meski demikian, Anggun mengingatkan bahwa tantangan di Kabupaten Bogor masih sangat besar. Berdasarkan survei nasional bersama BRIN, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba berada di kisaran 2,11 persen.

“Alhamdulillah hasilnya tidak ada temuan. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga karena tidak semua penyalahgunaan dapat langsung terdeteksi. Ini menjadi tantangan besar bagi kita bersama, karena jumlah penanganan kasus yang ada saat ini masih jauh dari estimasi tersebut,” jelas Anggun Cahyono.

Estimasi menunjukkan terdapat lebih dari 100 ribu jiwa di Kabupaten Bogor yang berpotensi terindikasi penyalahgunaan narkoba. Guna menekan angka tersebut, BNN terus memperkuat program edukasi ke sekolah-sekolah, pembinaan masyarakat, hingga pengembangan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat diharapkan mampu melindungi generasi masa depan bangsa dari ancaman narkotika.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan