bogortraffic,com, JAKARTA – Danantara Indonesia memberikan dukungannya kepada pengembangan industri semikonduktor di Indonesia. Momentum pengembangan semikonduktor nasional ini dinilai sangat krusial di tengah lahirnya babak baru industri global yang menempatkan cip sebagai fondasi utama teknologi masa depan.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menegaskan bahwa peluang Indonesia masih terbuka lebar, terutama pada sektor pengembangan cip kecerdasan artifisial (AI chip).
“Tidak ada kata terlambat dalam membangun industri semikonduktor nasional. Saat ini dunia memasuki babak baru, khususnya pada pengembangan AI chip, dan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk masuk pada momentum yang tepat dengan landasan kolaborasi, penguatan talenta, dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Sigit Puji Santosa dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/03/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Sigit dalam Workshop Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional di Wisma Danantara, yang berlangsung pada 12-13 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Danantara bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Industri semikonduktor kini menjadi tulang punggung transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari otomotif, energi, pertahanan, hingga telekomunikasi dan kesehatan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan kesiapan pemerintah dalam mendukung penuh dari sisi regulasi dan standardisasi agar industri ini segera masuk ke tahap komersial.
“Pemerintah akan mendukung dari sisi regulasi dan standardisasi, sementara industri perlu berada di garda depan karena yang sedang kita bangun ini bukan lagi semata proyek riset, melainkan proyek investasi yang harus menghasilkan produk yang layak secara ekonomi dan memungkinkan secara komersial,” tegas Brian Yuliarto.
Brian menambahkan bahwa perguruan tinggi akan berperan sebagai sumber inovasi, sementara industri bertugas mengarahkan kebutuhan pasar. Senada dengan hal tersebut, Sigit Puji Santosa menyebutkan bahwa penguatan ekosistem ini memerlukan orkestrasi yang kuat, mulai dari desain hingga fabrikasi.
Kemitraan strategis dengan industri global menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kapabilitas nasional dalam rantai nilai semikonduktor dunia.
“Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapabilitas nasional dalam rantai nilai semikonduktor, khususnya pada penguasaan desain chip dan pengembangan produk, sekaligus membuka ruang penguatan kapasitas dan kompetensi talenta semikonduktor di lingkungan industri maupun perguruan tinggi Indonesia,” tambah Sigit.
Target Peta Jalan Lima Tahun
Workshop ini menargetkan tiga output utama sebagai langkah konkret percepatan industri:
-
Penetapan produk semikonduktor prioritas.
-
Penyusunan rencana pengembangan talenta (SDM).
-
Perumusan peta jalan (roadmap) kolaborasi lima tahun untuk hilirisasi.
Melalui langkah-langkah terukur ini, diharapkan lahir produk semikonduktor unggulan karya anak bangsa yang siap masuk ke tahap industrialisasi dan memperkuat kedaulatan teknologi di sektor-sektor strategis nasional.





