Media Sosial Jadi Pintu Masuk Orang Ketiga dalam Hubungan

Batasan digital dan komunikasi sehat jadi kunci mencegah perselingkuhan.

bogortraffic.com, BOGOR – Maraknya penggunaan media sosial memberikan dampak signifikan terhadap dinamika hubungan rumah tangga dan romantis.

Psikolog Sri Wiworo Retno IH., S.Psi., M.Psi. mengungkapkan bahwa media sosial kini menjadi salah satu pintu masuk terbesar hadirnya orang ketiga dalam sebuah hubungan.

Bacaan Lainnya

“Banyak hubungan retak bukan karena hal besar, tapi dari obrolan kecil, komentar ringan, atau chat yang awalnya dianggap sepele,” katanya dikutip RRI pada Sabtu (13/12).

Menurut Wiworo, media sosial menciptakan ruang kedekatan yang bersifat semu namun intens. Interaksi yang terbangun secara digital kerap menghadirkan perasaan nyaman yang bisa menyesatkan.

“Di media sosial, orang cenderung tampil lebih manis dan menyenangkan. Itu membuat sebagian individu merasa lebih dihargai oleh orang lain dibanding pasangannya di rumah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi sangat rentan ketika seseorang sedang mengalami kejenuhan, kelelahan emosional, atau merasa kurang mendapat perhatian dalam hubungan utamanya.

“Ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi, sedikit perhatian dari luar bisa terasa sangat berarti. Di situlah risiko orang ketiga muncul,” ungkapnya.

Pentingnya Batasan Sehat di Media Sosial

Untuk mencegah hadirnya orang ketiga, Sri Wiworo menekankan pentingnya kesepakatan bersama antara pasangan dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, batasan yang jelas menjadi kunci menjaga kepercayaan dan rasa aman.

“Perlu ada batas yang sehat. Misalnya tidak membuka ruang obrolan pribadi yang tidak perlu, saling memberi tahu jika ada interaksi yang membuat tidak nyaman, dan menjaga transparansi,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa penerapan batasan bukan berarti membatasi kebebasan individu, melainkan menjaga komitmen bersama dalam hubungan.

“Ini bukan mengontrol, tapi menjaga komitmen bersama,” tambahnya.

Pesan untuk Korban dan Pihak Ketiga

Bagi pasangan yang tengah menghadapi masalah kehadiran orang ketiga, Wiworo memberikan pesan khusus agar tidak terburu-buru mengambil keputusan.

“Untuk yang tersakiti, pulihkan diri dulu. Jangan memaksakan keputusan saat masih emosional. Bangun lagi kekuatan diri, dan jika perlu, cari pendampingan profesional,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan individu yang tanpa sadar berada di posisi sebagai orang ketiga untuk segera menghentikan hubungan tersebut.

“Segera hentikan hubungan itu. Tanyakan lagi posisi dan nilai diri Anda. Jangan biarkan diri terjebak dalam situasi yang menyakiti banyak pihak,” tegasnya.

Menutup penjelasannya, Wiworo berpesan agar setiap pasangan membangun batasan sehat demi masa depan hubungan yang lebih kuat.

“Perbaiki komunikasi, jaga komitmen, dan buat kesepakatan tentang batas di dunia digital. Itu cara paling realistis agar peristiwa serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan