bogortraffic.com, BOGOR – Cuaca panas ekstrem yang sedang melanda Indonesia akibat fenomena Equinox dapat memicu munculnya berbagai masalah kulit. Dr. dr. Fitria Agustina Sp. D.V.E, FINSDV, FAADV, spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dari Universitas Indonesia, menjelaskan beberapa penyakit kulit yang sering muncul akibat paparan panas yang berlebihan.
“Salah satu penyakit kulit yang sering muncul saat cuaca panas adalah miliaria, atau yang biasa dikenal sebagai biang keringat. Ini disebabkan oleh penyumbatan kelenjar keringat, sehingga menyebabkan munculnya ruam kecil berwarna merah atau putih,” kata Fitria dikutip dari ANTARA, Kamis (26/9/2024).
Ruam akibat miliaria biasanya muncul di area tubuh yang sering berkeringat, seperti leher, punggung, dan dada. Penyakit ini disertai rasa gatal atau sensasi menyengat. Untuk mencegahnya, dr. Fitria menyarankan penggunaan pakaian longgar berbahan katun agar kulit dapat “bernapas”, serta mandi dengan air dingin dan segera mengeringkan tubuh setelah berkeringat.
Selain miliaria, masalah kulit lainnya yang sering muncul adalah ruam panas (heat rash), yang terjadi karena produksi keringat berlebih terperangkap di dalam kulit, menimbulkan ruam merah, gatal, dan terasa panas.
Dr. Fitria juga mengingatkan risiko infeksi jamur yang lebih tinggi saat cuaca panas dan lembap. Infeksi jamur, seperti panu (pitiriasis versicolor) dan candidiasis, dapat berkembang di lingkungan lembap. Untuk mencegahnya, disarankan menjaga area lipatan tubuh tetap kering dengan sering mengganti pakaian atau menggunakan bedak dan krim anti-jamur.
“Keringat yang berlebihan juga bisa memperparah kondisi dermatitis seboroik yang menyebabkan kulit mengelupas, terutama di wajah dan kulit kepala. Selain itu, keringat bisa menyumbat pori-pori, memperburuk jerawat, serta menyebabkan iritasi dan luka lecet di area lipatan seperti paha dan ketiak,” tambahnya.
Untuk mencegah masalah tersebut, ia menyarankan penggunaan pelembap, pakaian yang tidak ketat, serta membersihkan wajah dengan lembut setelah berkeringat. Produk perawatan yang ringan dan berbasis air juga penting untuk mencegah penyumbatan pori-pori.
Fitria menekankan pentingnya perlindungan kulit dari sinar matahari.
“Gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30, 15-30 menit sebelum keluar rumah. Pilih pelembap berbasis air atau gel agar tidak menyumbat pori-pori,” jelasnya.
Terakhir, ia menyarankan agar kegiatan di luar ruangan dilakukan sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4 sore, ketika intensitas sinar UV lebih rendah.
Dengan menjaga kebersihan tubuh dan menggunakan perlindungan kulit yang tepat, risiko masalah kulit saat cuaca panas dapat diminimalkan.






