bogortraffic.com, BOGOR- Fisioterapi dan pendekatan rehabilitasi multidisiplin berperan penting dalam memulihkan fungsi motorik dan meningkatkan kualitas hidup pasien pasca-stroke. Stroke adalah keadaan darurat medis yang terjadi karena aliran darah ke otak terganggu, mengakibatkan kerusakan pada jaringan otak.
Menurut Dr. Vijay Battina, Kepala Pusat Atharv Ability, Hyderabad, India, mobilisasi dini dalam 48 jam setelah stroke dapat mendorong neuroplastisitas dan mencegah komplikasi seperti trombosis vena dalam, pneumonia, dan luka tekan.
“Latihan berulang melakukan tugas sehari-hari juga mendorong pemulihan fungsional pada penyintas stroke,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan Hindustan Times pada Senin (17/9).
Selain rehabilitasi fisik, penanganan tantangan emosional dan psikologis pasien juga sangat penting. Sesi fisioterapi sering kali menggabungkan strategi motivasi dan penetapan tujuan guna meningkatkan kepercayaan diri pasien.
Dr. Vinaya Bhandari, Konsultan Neurologi di Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Jaslok, Mumbai, menegaskan pentingnya mengenali tanda-tanda stroke sejak dini untuk meminimalkan risiko kerusakan otak.
Ada dua jenis utama stroke: stroke iskemik, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah, dan stroke hemoragik, yang terjadi ketika pembuluh darah pecah.
“Dalam kasus stroke, setiap detik sangat berarti,” katanya.
Gejala stroke meliputi mati rasa mendadak di satu sisi tubuh, kebingungan, masalah penglihatan, kesulitan keseimbangan, serta gangguan bicara dan menelan secara tiba-tiba. Intervensi medis segera dapat secara signifikan mengurangi dampak stroke.
Rehabilitasi yang dimulai segera setelah pasien stabil dapat membantu memulihkan kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup.
“Pendekatan multidisiplin seperti terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi wicara dapat memberikan hasil yang signifikan,” tambah Dr. Vinaya.
Pemulihan stroke memerlukan upaya jangka panjang, namun rehabilitasi dini dan konsisten dapat membawa perubahan positif.
“Semakin cepat rehabilitasi dimulai, semakin baik peluang pemulihan pasien,” pungkasnya.





