Pemkot Bogor Gelar GPM untuk Stabilkan Harga dan Cegah Inflasi

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari saat acara GPM di Masjid Al-Muttaqien, Kelurahan Tegal Gundil. (Foto: Dok. Pemkot Bogor)

bogortraffic.com, KOTA BOGOR- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya meringankan beban masyarakat dengan menyediakan komoditi pangan dengan harga terjangkau.

Acara ini juga sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46, berlangsung pada Rabu (16/10) di halaman Masjid Al-Muttaqien, Kelurahan Tegal Gundil, hingga Kamis (17/10).

Bacaan Lainnya

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menyampaikan bahwa GPM terus dilakukan untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

“Jika gerakan ini dilaksanakan secara masif, hal tersebut dapat mempengaruhi stabilitas inflasi di kota. Ketika inflasi tidak terjaga, dampaknya dapat meluas, terutama di sektor pangan,” kata Hery.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Wina, menjelaskan bahwa GPM ke-82 ini bertujuan untuk menstabilkan harga pangan serta mencegah inflasi yang dapat membebani masyarakat.

Ia menjelaskan, terdapat sekitar 20 vendor yang menjual berbagai macam produk pangan, seperti beras, telur, dan sayur-mayur. Beberapa produk, terutama sayuran, dihasilkan oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta kelompok wanita tani lokal.

“Komoditi yang dijual di GPM, seperti telur, minyak, dan beras, dipastikan lebih murah dibandingkan harga di pasar,” tambah Wina.

Gerakan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi di tengah fluktuasi harga pangan yang sering terjadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan