bogortraffic.com, JAKARTA – PT Roatex Indonesia Toll System (PT RITS), penyedia layanan teknologi jalan tol Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS), terus melakukan penguatan sistem secara menyeluruh sebagai wujud komitmen transformasi digital infrastruktur transportasi nasional.
Penguatan sistem ini mencakup kesiapan perangkat teknologi, infrastruktur, peningkatan kapasitas personel, hingga perluasan kolaborasi.
Attila Keszeg, Direktur Utama PT Roatex Indonesia Toll System, menyatakan bahwa lebih dari separuh total dana investasi senilai USD 300 juta dari Pemerintah Hungaria telah direalisasikan sejak kontrak ditandatangani empat tahun lalu.
“Dengan pendanaan penuh pada proyek ini, kami berkomitmen untuk berkolaborasi erat bersama berbagai pemangku kepentingan guna memastikan implementasi sistem Multi Lane Free Flow (MLFF) secara optimal,” ujar Attila Keszeg usai panel session di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.
Attila Keszeg menambahkan, “PT RITS sudah siap mengimplementasikan teknologi MLFF secara penuh, dengan dukungan lengkap dari vendor untuk sistem pembayaran, aplikasi Cantas, perangkat On Board Unit (OBU), layanan Customer Service 24 Jam, serta perangkat dan infrastruktur lainnya dengan teknologi terbarui.”
Menanggapi kesiapan tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai otoritas keamanan nasional menyatakan dukungan. Nur Achmadi Salmwan, Direktur Keamanan Siber dan Kripto untuk Sektor TIK, Media dan Transportasi BSSN, mengapresiasi upaya PT RITS.
“Implementasi teknologi MLFF dengan dukungan GNSS ini merupakan langkah penting dalam modernisasi sistem tol nasional. Oleh karena itu, kami siap mendukung penguatan keamanan digital untuk implementasi program ini. PT RITS juga sudah membentuk Tim Respons Insiden Keamanan Komputer (Computer Security Incident Response Team/CSIRT) yang nantinya memastikan keamanan dan keandalan sistem,” ujar Nur Achmadi Salmwan.
Di sisi lain, anggota BPJT unsur Pemangku Kepentingan, Ir R Sony Sulaksono Wibowo, MT, PhD, menyoroti pentingnya peran pengelola jalan tol dan tantangan regulasi penegakan hukum dari Korlantas.
“Aktor utama dalam sistem ini adalah pengelola jalan tol. Kami, sebagai otoritas jalan tol, harus segera mewujudkan integrasi ini dan mempertimbangkannya dengan serius. Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan cepat,” ungkap Sony Sulaksono Wibowo.
Proyek MLFF yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, telah ditetapkan kembali pada tahun 2025 di era Presiden Prabowo.
Studi kelayakan PT RITS tahun 2020 menunjukkan bahwa kemacetan di jalan tol mengakibatkan kerugian ekonomi nasional melebihi USD 300 juta per tahun.
Mengacu pada kesuksesan Hungaria yang terbukti mampu meningkatkan pendapatan negara hingga 5 kali lipat (392%) setelah 11 tahun penerapan, kehadiran MLFF di Indonesia diharapkan dapat turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
“Kami percaya bahwa dengan dukungan dan kesiapan pemerintah, pengembangan proyek MLFF dapat segera berjalan secara optimal,” tambah Renaldi Utomo, Direktur PT Roatex Indonesia Toll System
Ia berharap adanya keberlanjutan dan kesiapan dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk akselerasi implementasi MLFF.





