Cetak Inovasi Rp1,5 Triliun, PGE Siap Pimpin Industri Panas Bumi Dunia

Gelar Geovation 2026, PGE catat 165 inovasi perwira dengan nilai penambahan hingga Rp1,5 triliun.

bogortraffic.com, JAKARTA – Memasuki 100 tahun panas bumi di Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mencatat lonjakan inovasi dari para perwiranya. Pada ajang Geothermal Innovation & Competition (Geovation) 2026 yang digelar di Jakarta pada 6–8 Oktober 2026, tercatat ada 165 inovasi yang dipamerkan, meningkat sekitar 17 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 141 inovasi.

​Geovation menjadi wadah bagi perwira PGE untuk menciptakan inovasi yang mendukung target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028. Kegiatan ini diikuti 377 partisipan dari 64 gugus, baik dari seluruh area operasi PGE maupun kantor pusat.

Bacaan Lainnya

​Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menyampaikan bahwa program yang berjalan sejak 2010 tersebut menjadi saluran untuk menciptakan penambahan nilai (value creation) dalam pengembangan panas bumi.

​“Tahun ini, kami memperkenalkan formulasi baru dalam perhitungan penambahan nilai. Sebelumnya, perhitungan hanya menggunakan satu indikator dengan hasil Rp590,8 miliar. Kini, kalkulasi dilakukan lebih rinci ke dalam lima komponen agar nilai yang dihasilkan terukur lebih tepat sasaran,” ungkap Andi Joko Nugroho.

​Dengan formulasi baru tersebut, inovasi Geovation tahun ini mencetak value creation sebesar Rp1.505,85 miliar atau sekitar Rp1,5 triliun yang terdiri dari revenue generation, cost reduction, revenue potential, revenue retention, dan cost avoidance.

​“Pencapaian ini sangat membanggakan. Hasil ini membuktikan bahwa inovasi menjadi pendorong nyata bagi Indonesia untuk menjadi raksasa panas bumi dunia, sekaligus memperkuat posisi Pertamina sebagai perusahaan energi panas bumi kelas dunia,” jelasnya.

​Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menilai inovasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keandalan dan efisiensi operasional perusahaan demi menargetkan kapasitas terpasang 1,8 GW pada 2034.

​“Tepat 100 tahun lalu, energi panas bumi ditemukan dan dikembangkan di tanah air, tepatnya di Kamojang, Jawa Barat. Satu abad kemudian, PGE hadir sebagai world class green energy company dengan misi mengoptimalkan manfaat panas bumi sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dalam perjalanan itu, inovasi memegang peran penting untuk menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Ahmad Yani.

​“Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwira PGE yang terus berjuang dengan semangat tinggi demi mewujudkan cita-cita energi bersih bagi Indonesia,” tambahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan