Bukan Cuma Untung Rugi, DDMF Dorong Investasi Strategis Berdampak Nyata

Managing Director Development Investment PT Danantara Development Management Fund (DDMF), M. Rachmat Kaimuddin.

bogortraffic.com, JAKARTA – Di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin kompleks, investasi strategis dituntut mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Hal ini mengemuka dalam sesi roundtable Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 bertajuk “Beyond Financial Returns: Measuring the Development Impacts of Strategic Investment in Indonesia” di Jakarta.

Bacaan Lainnya

​Untuk proyek strategis berjangka panjang, ukuran yang relevan adalah seberapa jauh investasi memperkuat kapasitas produksi, menciptakan pekerjaan berkualitas, memperluas nilai tambah domestik, serta meningkatkan ketahanan ekonomi dan lingkungan.

​Bagi Danantara Development Management Fund (DDMF), lembaga pengemban mandat Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdampak sosial-ekonomi jangka panjang, tantangannya adalah menerjemahkan manfaat tersebut ke dalam kerangka pengukuran yang konsisten dan akuntabel.

​DDMF saat ini tengah mengembangkan Danantara Dynamic Modelling Framework berbasis Financial Computable General Equilibrium untuk membaca jalur dampak investasi terhadap pendapatan nasional, lapangan kerja, hingga penerimaan negara.

​Managing Director Development Investment PT Danantara Development Management Fund (DDMF), M. Rachmat Kaimuddin, menilai investasi strategis perlu dinilai melalui dampak pembangunan yang dihasilkan, bukan sekadar imbal hasil modal.

​“Investasi pembangunan tidak cukup dinilai dari imbal hasil finansial. Ukurannya harus mencakup tambahan kapasitas produksi, pekerjaan berkualitas, penguatan industri dan inovasi, pemerataan manfaat antarwilayah, serta ketahanan ekonomi dalam jangka panjang. DDMF ingin memastikan setiap rupiah investasi dapat dipertanggungjawabkan melalui dampak yang nyata dan terukur bagi Indonesia,” ungkap Rachmat.

​Pengukuran proyek tidak berhenti pada output jangka pendek, melainkan outcome jangka menengah dan impact jangka panjang seperti kapabilitas inovasi, adopsi teknologi, efisiensi sumber daya, hingga pengurangan emisi. Melalui tata kelola akuntabel dan data yang kuat, disiplin investasi dapat berjalan seiring dengan orientasi pembangunan nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan