bogortraffic.com, BOGOR- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor mencatat tingkat okupansi hotel di kawasan Puncak Bogor mencapai 100 persen selama libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lonjakan ini terjadi di tengah kemacetan parah yang melanda jalur Puncak.
Sekretaris Jenderal PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, di Cibinong pada Selasa (17/9), mengungkapkan bahwa kemacetan yang terjadi justru membawa keberkahan tersendiri bagi pengusaha hotel di kawasan Puncak.
“Tingkat keterisian hotel meningkat signifikan dibandingkan akhir pekan biasanya,” ujarnya.
Boboy menjelaskan bahwa lonjakan okupansi hotel sudah terlihat sejak hari pertama libur panjang, yakni Sabtu (14/9), dan terus meningkat meskipun kemacetan di jalur Puncak semakin parah pada hari kedua.
“Meskipun ada kemacetan parah pada hari kedua, tingkat keterisian terus meningkat. Rata-rata hotel hampir penuh,” tambahnya.
Lonjakan kunjungan tidak hanya terjadi di hotel berbintang, tetapi juga di hotel non-bintang. Menurut Boboy, ada dua faktor utama yang mempengaruhi peningkatan ini.
Pertama, perencanaan liburan di kawasan Puncak yang menjadi destinasi favorit wisatawan, dan kedua, kelelahan akibat kemacetan yang menyebabkan wisatawan memilih untuk menginap lebih lama.
“Banyak hotel melaporkan okupansi mencapai 100 persen selama libur panjang ini,” ungkap Boboy, menekankan bahwa kondisi tersebut memberikan keuntungan besar bagi pelaku usaha hotel di wilayah selatan Kabupaten Bogor.






