Bunda PAUD Bogor Ingatkan Para Ibu untuk Tidak Boleh Dipaksa Anak-anak Calistung

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bogor Siti Chomzah Asmawa di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dok. Humas Pemkab Bogor)

bogortraffic.com, BOGOR – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bogor, Siti Chomzah Asmawa, menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh dipaksa untuk bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pada usia dini. Hal ini disampaikannya saat menetapkan Bunda PAUD tingkat kecamatan di Cibinong pada Kamis (10/7/2024).

Siti Chomzah, yang juga menjabat sebagai Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), menyoroti masih adanya miskonsepsi tentang calistung dalam pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar kelas awal di masyarakat. Menurutnya, kemampuan calistung sering kali dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar dan dibangun secara instan.

Bacaan Lainnya

“Ini harus segera diubah dan semua unsur harus kolaboratif agar tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya,” ungkap Siti Chomzah.

Ia menjelaskan bahwa ada stigma di masyarakat yang mengharapkan anak-anak sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung saat masuk PAUD. Padahal, tujuan utama PAUD adalah penanaman nilai moral, etika, fisik, motorik, dan aspek lainnya, bukan fokus pada kemampuan calistung.

“Bunda PAUD Kecamatan harus mengawal bagaimana PAUD bisa menjadi transisi pendidikan menuju sekolah dasar yang menyenangkan bagi anak-anak. Bagaimana anak-anak masuk PAUD tidak terbebani dengan keharusan bisa baca tulis,” ujar Siti Chomzah.

Siti Chomzah juga mengungkapkan target peningkatan kualitas PAUD di Kabupaten Bogor. Ia berharap jumlah anak usia 5-6 tahun yang berpartisipasi dalam PAUD semakin meningkat sehingga angka partisipasi PAUD naik. Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan jumlah satuan PAUD yang mendapatkan minimal akreditasi “B” dan mendorong agar lebih banyak satuan PAUD yang terakreditasi “A”.

“Kita harus terus mendorong agar satuan PAUD itu bisa terakreditasi ‘A’ semua. Peningkatan persentase guru PAUD yang memiliki kompetensi dan kualifikasi S1 atau D IV dan tentunya dibarengi kesejahteraan guru PAUD,” tuturnya.

Dengan pendekatan ini, diharapkan PAUD dapat menjadi tempat yang menyenangkan dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Bogor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan