bogortraffic.com, BOGOR – Majalah PELUANG kembali merilis buku terbaru yang bertajuk “Apa dan Siapa 100 Orang Koperasi Indonesia” pada 2024. Buku ini ditulis oleh Irsyad Muchtar, yang sebelumnya sukses dengan 4 sekuel buku 100 Koperasi Besar Indonesia.
Buku ini menghimpun profil 100 sosok penting dalam dunia koperasi Indonesia, termasuk para pemimpin dan manajer koperasi yang telah berhasil menggerakkan dan mengembangkan koperasi hingga mampu bersanding dengan usaha skala besar.
Dalam buku tersebut, Irsyad Muchtar memotret perjuangan tokoh-tokoh koperasi dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia.
Ia merekam bagaimana para aktor koperasi ini berhasil mengkapitalisasi dukungan anggota serta berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Kegigihan mereka dalam menjaga keberlanjutan koperasi menjadi inspirasi berharga bagi perkembangan ekonomi kerakyatan di masa depan.
“Buku ini merekam perjuangan orang-orang hebat koperasi di tengah arus zaman yang seringkali tidak berpihak pada mereka, namun mereka tetap eksis hingga kini. Semoga buku ini menjadi ventilasi di tengah pekatnya sistem kapitalisme yang makin menjauhkan cita-cita kesejahteraan rakyat yang diusung oleh para founding father kita,” ujar Irsyad Muchtar, penulis buku sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Peluang.
Buku ini juga mengulas beragam jenis koperasi seperti koperasi kredit, produsen, konsumen, hingga koperasi simpan pinjam baik yang konvensional maupun syariah. Beberapa tokoh yang disorot antara lain Prof. Sri Edi Swasono, Romanus Woga, dan Dr. Ferry Juliantono, yang memiliki kontribusi signifikan dalam mengembangkan ekonomi berbasis koperasi di Indonesia.
Acara peluncuran buku ini juga diiringi dengan penganugerahan penghargaan kepada orang-orang koperasi yang dinilai berjasa dalam memajukan koperasi sebagai soko guru ekonomi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Majalah Peluang atas peran nyata mereka dalam mengembangkan ekonomi berbasis gotong royong.
“Kami berharap penghargaan ini dapat memberi inspirasi bagi para penerima dan masyarakat luas untuk terus menjaga relevansi ekonomi berbasis koperasi di tengah kepungan modal besar dan perkembangan teknologi,” pungkas Irsyad.





