BRIN Kembangkan Cahaya Foton untuk Atasi Jamur pada Bibit Kelapa Sawit

BRIN mengembangkan iradiasi foton untuk mengendalikan jamur Curvularia sp. pada bibit kelapa sawit sekaligus mendorong pertumbuhan tanaman.

bogortraffic.com, BOGOR— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi iradiasi foton untuk mengendalikan jamur Curvularia sp. yang menjadi salah satu penyakit pada pembibitan kelapa sawit.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Fotonika BRIN, Bambang Widiyatmoko, mengatakan teknologi tersebut menjadi alternatif pengendalian patogen yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan fungisida kimia secara terus-menerus.

Bacaan Lainnya

“Iradiasi energi foton dapat dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan jamur Curvularia sp. penyebab penyakit bercak daun,” kata Bambang dalam kegiatan ORNM BRIN TALKS di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (19/8/2026).

Menurut Bambang, penggunaan fungisida secara berlebihan dapat meningkatkan biaya produksi, meninggalkan residu, serta berpotensi membuat jamur lebih tahan terhadap fungisida.

Hasil penelitian menunjukkan cahaya biru keunguan dengan panjang gelombang 390 nanometer (nm) menjadi spektrum yang paling efektif untuk mengendalikan jamur. Pada sampel yang mendapat iradiasi cahaya biru, pertumbuhan jamur tidak ditemukan, sedangkan pada tanaman tanpa iradiasi sekitar 60-70 persen jamur dapat tumbuh memenuhi daun.

Selain menghambat jamur, iradiasi foton juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit. Cahaya biru diketahui memberikan efek lebih kuat terhadap pertumbuhan daun dan kadar klorofil dibandingkan cahaya merah dan hijau.

Bambang menjelaskan, iradiasi untuk mengendalikan jamur dapat dilakukan sekitar 3-5 jam, tergantung daya yang digunakan. Sementara untuk mendorong pertumbuhan tanaman, penyinaran dapat dilakukan secara rutin selama sekitar 15 hari dengan daya penelitian sekitar 1,5 mW/cm².

Meski demikian, penerapan teknologi tersebut membutuhkan pengaturan parameter secara tepat, mulai dari sumber cahaya, panjang gelombang, intensitas, durasi, hingga waktu penyinaran.

Saat ini, BRIN bersama PT Perkebunan Nusantara IV dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit tengah melakukan uji coba lapangan di Marihat, Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Jika hasil uji coba menunjukkan efektivitas yang konsisten, teknologi iradiasi foton diharapkan dapat diterapkan lebih luas sebagai metode pengendalian penyakit kelapa sawit yang ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan