bogortraffi.com, BOGOR – Artis dan influencer Oki Setiana Dewi baru-baru ini membagikan pengalaman pribadinya selama tinggal di Mesir dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam kanal YouTube Maia ALELDUL TV, Sabtu (1/2), Oki menceritakan bagaimana dirinya dan keluarga menghadapi tantangan budaya yang cukup mengejutkan di awal kedatangan mereka.
Menurut Oki, pekan pertama tinggal di Mesir cukup berat, karena perbedaan budaya yang cukup mencolok. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat Mesir berbicara dengan nada yang keras.
“Orang Mesir itu, entah kenapa ya, mungkin memang budayanya, kalau bicara tuh keras. Kami syok, ‘loh kok orang-orang ini marah-marah terus setiap hari?’ Jadi seminggu pertama lumayan drama, karena di jalan tuh banyak yang teriak-teriak,” ungkap Oki.
Namun, setelah beberapa waktu, Oki dan keluarganya menyadari bahwa masyarakat Mesir memang cenderung berbicara dengan nada tinggi, bukan karena marah.
“Setiap hari melihat orang ribut di jalan itu sudah biasa, tapi mereka nggak sampai mukul. Karena siapa yang mukul duluan, dia yang masuk penjara,” tambahnya.
Selain perbedaan cara berbicara, Oki juga mengungkapkan bahwa kondisi lalu lintas di Mesir sangat padat dan kurang tertib.
“Hampir setiap hari kami melihat kecelakaan, saking nggak tertibnya kendaraan di sini,” ujarnya.
Hal ini tentu menambah kesulitan bagi keluarganya dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.
Tak hanya Oki dan suaminya, anak kedua mereka, Khadeejah Faatimah Abdullah, juga sempat kesulitan beradaptasi. Bahkan, Khadeejah sempat mogok sekolah karena kaget dengan cara bicara gurunya yang terdengar seperti sedang marah.
“Tapi itu cuma seminggu pertama. Setelah dijelaskan, ‘nggak nak, memang orang Arab itu begitu, tapi mereka baik, beda sama orang Indonesia,’ akhirnya sekarang mereka enjoy,” jelas Oki.
Kini, setelah beberapa waktu tinggal di Mesir, anak-anak Oki sudah mulai terbiasa dengan kehidupan di sana, bahkan mereka ikut meniru kebiasaan masyarakat setempat.
“Anak-anak malah ikut-ikutan, suaranya jadi kenceng banget,” tutup Oki dengan tawa.
Dengan pengalaman ini, Oki berharap bisa lebih membuka wawasan dan memahami kebudayaan Mesir, serta memberikan pembelajaran bagi keluarga dan pengikutnya di Indonesia.






