bogortraffic.com, BOGOR — Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi Kementerian ESDM, Ir. Agus Cahyono Adi, M.T., bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Ir. Bambang Tirtoyuliono, MM, meninjau Pabrik AQUA Ciherang di Bogor untuk melihat langsung proses produksi dan pengelolaan sumber daya air. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penanaman pohon di area konservasi Pancawati, Caringin.
Rombongan yang terdiri atas ASN PATGTL, ESDM Bogor, dan perwakilan Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN) juga meninjau proses produksi AQUA yang kini sepenuhnya otomatis tanpa sentuhan tangan manusia.
Seluruh alur produksi menggunakan pipa stainless steel food-grade, sementara mutu produk diuji melalui lebih dari 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi sesuai standar Badan POM dan SNI.
Kunjungan berlanjut dengan penanaman pohon di kawasan konservasi Pancawati, Caringin. Pihak AQUA juga memaparkan program konservasi berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dijalankan bersama mitra lokal di Sub DAS Cisadane Hulu.
Dalam kunjungan tersebut, Ir. Agus Cahyono Adi, M.T., menyampaikan apresiasinya terhadap kepatuhan AQUA dalam menjaga keseimbangan neraca sumber daya air, khususnya terkait pengelolaan air tanah.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan kewajiban sebagai pemegang izin sesuai regulasi,
“antara lain dengan memastikan pengambilan debit air tidak melebihi batas izin, membangun sumur imbuhan atau resapan, menyediakan sumur pantau, serta melakukan pelaporan secara konsisten.” ucapnya.
Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Ir. Bambang Tirtoyuliono, MM, juga menekankan pentingnya edukasi publik untuk mencegah salah persepsi terkait pengelolaan sumber daya air.
“Kami berterima kasih atas kesempatannya. Mari bersama mengoptimalkan sumber daya air bagi masyarakat sambil memastikan keberlanjutannya,” katanya.
Dari pihak AQUA, Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, memaparkan bahwa perusahaan menerapkan Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Lanskap, termasuk skema Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL) dan Kebijakan Perlindungan Air Tanah Dalam.
“Keberlanjutan bukan hanya menjaga kualitas dan kuantitas air, tetapi membangun ekosistem yang sehat dan inklusif,” ujarnya.
Program konservasi AQUA yang divalidasi BRIN telah menanam lebih dari 2,6 juta pohon, membangun 2.500 sumur resapan, 22.000 rorak, serta mengelola 17 taman keanekaragaman hayati di sekitar pabrik-pabrik AQUA di Indonesia.
Khusus di Sub DAS Cisadane Hulu, Pabrik AQUA Ciherang telah menanam 51.000 pohon, membangun 76 sumur resapan, 1.150 rorak, 9.000 lubang biopori, 51 embung/PAH, serta memberikan akses air bersih bagi lebih dari 7.000 jiwa.
Kunjungan ini menegaskan adanya kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian sumber daya air sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi bukti keterbukaan AQUA dalam memberikan akses bagi pemerintah terkait kepatuhan terhadap standar mutu dan seluruh ketentuan yang diwajibkan oleh regulasi.






