bogortraffic.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah nyata dalam memulihkan ekosistem perairan darat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Muspika, serta elemen masyarakat turun langsung ke Situ Citatah untuk melakukan aksi pembersihan sungai dan perburuan massal ikan sapu-sapu, Rabu (20/5/2026).
Hanya dalam waktu satu hingga dua jam, aksi tersebut berhasil menjaring lebih dari 220 kilogram ikan sapu-sapu dari aliran air Kali Cidarian yang terhubung ke situ tersebut.
Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwa populasi ikan sapu-sapu di kawasan tersebut sudah harus dikendalikan.
Sebagai spesies invasif, dominasi ikan ini di dasar perairan dapat merusak habitat alami dan mengancam kelangsungan hidup biota lokal.
Guna mempercepat pemulihan kualitas air, Pemkab Bogor berkolaborasi dengan komunitas Eco Enzyme Nusantara Bogor untuk menebarkan 30 liter cairan eco enzyme.
Cairan organik ini berfungsi untuk mempercepat penguraian zat polutan dan menjernihkan air sungai.
Sebagai langkah restorasi ekosistem, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor juga menerjunkan 5.000 bibit ikan lokal ke aliran sungai yang telah dibersihkan.
Saat menyisir area sungai, Rudy mengungkapkan bahwa pemerintah daerah menemukan dua tantangan besar infrastruktur lingkungan, yakni penumpukan sampah domestik dan sedimentasi (pendangkalan) yang cukup parah.
“Kita ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Ternyata sedimentasinya cukup tinggi, sampah juga cukup banyak. Kalau sedimentasi ini bisa diatasi melalui normalisasi, maka potensi bencana banjir di wilayah sekitar tentunya akan berkurang,” jelas Rudy.
Ia menambahkan bahwa aksi turun ke air ini bukan sekadar mengejar angka tangkapan, melainkan sebuah stimulus.
“Memang hari ini tidak akan menuntaskan semuanya, tapi ini menjadi penyemangat agar masyarakat ikut menjaga dan merawat sungai bersama-sama secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Kegiatan bersih-bersih di Situ Citatah ini merupakan bagian dari rangkaian awal menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2026 mendatang di kawasan hulu sungai, tepatnya di Telaga Warna dan Telaga Saat, dengan mengusung tema kearifan lokal “Ngelokat Cai”.
“Nanti pada 5 Juni, fokus kita adalah wilayah hulu. Kita akan melepaskan indukan-indukan ikan lokal berukuran besar agar mereka bisa berkembang biak alami dari hulu hingga ke hilir. Program penghijauan serta normalisasi di beberapa titik kritis juga terus berjalan,” pungkas Rudy.
Aksi lingkungan ini turut dihadiri dan mendapat dukungan penuh dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane beserta jajaran terkait demi integrasi pengelolaan sungai yang lebih baik.





