Night Market di Alun-Alun Bogor Menuai Kritik, DPRD Desak Pemkot Lakukan Evaluasi

Penutupan Alun-Alun Bogor untuk Perbaikan Fasilitas. (Foto: Dok.Pinterest)

bogortraffic.com, BOGOR – Program Night Market yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Alun-Alun Kota Bogor, Jalan Dewi Sartika, menuai kritik tajam. Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi Aswaja, Akhmad Saeful Bakhri (ASB), menilai kebijakan ini tidak efektif dan justru menimbulkan berbagai persoalan baru.

Menurutnya, keberadaan Night Market yang awalnya dimaksudkan sebagai langkah penataan pedagang kaki lima (PKL) malah menyebabkan kemacetan, permasalahan kebersihan, hingga dugaan pungli dan premanisme.

Bacaan Lainnya

Kemacetan dan Kebersihan Jadi Sorotan

Pemerintah terpaksa mengerahkan alat berat seperti mesin scrubber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membersihkan lantai dan pedestrian Alun-Alun yang berkerak akibat aktivitas pasar malam ini.

Tak hanya itu, Satpol PP Kota Bogor beberapa kali melakukan penertiban karena semakin menjamurnya PKL di sekitar lokasi, yang berimbas pada arus lalu lintas di Jalan Dewi Sartika yang semakin padat.

“Dari awal saya sudah mengingatkan Pemkot Bogor untuk mempertimbangkan dampak dari legalisasi Night Market ini. Jalan Dewi Sartika merupakan jalur aktif mobilisasi penumpang KRL, ditambah keberadaan angkot dan ojek online. Sekarang bisa dilihat sendiri, masalah baru bermunculan,” ujar ASB, Rabu (29/1/2025).

Dugaan Pungli dan Premanisme

Selain masalah kemacetan dan kebersihan, kawasan Night Market juga disebut-sebut menjadi lahan subur bagi pungli dan aksi premanisme. Beberapa waktu lalu, isu ini sempat mencuat dan menjadi perhatian masyarakat.

Menurut ASB, masalah ini timbul akibat kajian yang kurang matang dari Pemkot Bogor sebelum menerapkan kebijakan Night Market.

“Night Market ini memang menarik bagi warga yang ingin kulineran malam. Tapi bagaimana dengan dampak yang ditimbulkan? Selain kemacetan, ada indikasi pungli dan premanisme yang semakin berkembang,” tambahnya.

Usulan Alternatif: PKL Dialihkan ke Pasar

Sebagai solusi, ASB mengusulkan agar pemerintah mengoptimalkan pasar yang sudah ada dengan memanfaatkan kios dan los yang masih kosong.

“Jika memang ingin menata PKL, kenapa tidak memanfaatkan pasar yang ada? Bisa dibuat Night Market tematik di dalam pasar, dengan tarif yang disesuaikan antara Perumda PPJ dan PKL. Selain lebih rapi, masalah parkir pun bisa teratasi,” jelasnya.

Desakan Evaluasi dan Penghentian Program

Melihat dampak negatif yang muncul, ASB mendesak Pemkot Bogor untuk segera mengevaluasi dan menghentikan program Night Market di Alun-Alun Kota Bogor.

“Kami mendesak agar program ini segera dihentikan. Pemkot Bogor harus lebih cermat dalam membuat kebijakan agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” pungkasnya.

Dengan berbagai polemik yang muncul, evaluasi terhadap program Night Market kini menjadi perhatian utama. Akankah Pemkot Bogor merevisi kebijakannya? Masyarakat masih menunggu langkah tegas dari pemerintah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan