bogortraffic.com, BOGOR – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Mohammed Rycko Amelza Dahniel, mengungkapkan bahwa Museum Penanggulangan Terorisme dibangun sebagai bagian dari strategi penanggulangan terorisme di Indonesia. Museum ini juga berfungsi sebagai media edukasi mengenai upaya negara dalam melawan terorisme.
“Museum ini didedikasikan sebagai sarana wisata edukasi, untuk terus meningkatkan rasa cinta tanah air dan kesadaran akan bahaya terorisme. Museum ini juga menjadi simbol pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman terorisme dengan prinsip whole government and whole society approach,” kata Komjen Mohammed Rycko pada peresmian museum, Selasa (16/7/2024).
Setelah peresmian, Rycko bersama para menteri dan tamu undangan lainnya berkeliling museum. Pemandu di setiap ruangan menjelaskan secara detail tentang berbagai benda yang berkaitan dengan aksi terorisme dan upaya penanggulangannya di Indonesia.
Museum ini menampilkan berbagai koleksi benda-benda, informasi, dan strategi penanganan terorisme, serta perjuangan semua pihak dalam penegakan hukum tindak pidana terorisme di Indonesia. Pengunjung dapat mempelajari sejarah, bahaya, ancaman terorisme, dan modus operandi para pelaku melalui berbagai pameran di museum.
Selain itu, museum ini didirikan untuk menghormati para korban aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia. Diharapkan, keberadaan museum ini dapat meningkatkan kesadaran publik dalam mewujudkan kesiapsiagaan nasional terhadap ancaman terorisme.





