bogortraffic.com, BOGOR – Kejadian penembakan di kawasan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Mawar Kota Bogor mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Bogor. Dalam insiden tersebut, seorang buruh tewas setelah menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh empat orang pelaku. Saat ini, kepolisian telah menangani kasus tersebut dan mengamankan para pelaku.
Anggota DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi bukti semakin maraknya aksi premanisme di Kota Bogor. Ia mengapresiasi langkah tegas kepolisian dalam menangkap pelaku penembakan dan meminta agar kasus ini diusut hingga tuntas.
“Ketegasan aparat kepolisian dalam menangkap pelaku patut diapresiasi. Namun, harus ada upaya maksimal untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Kamis (6/2/2025).
Sugeng juga menyoroti keberadaan TPS Mawar yang diduga menjadi pemicu utama insiden ini. Menurutnya, pemerintah Kota Bogor harus mengambil langkah tegas terhadap keberadaan TPS tersebut demi menjaga ketertiban dan kondusifitas wilayah.
“Harus ada upaya konkret untuk meminimalisir aksi premanisme dengan menutup TPS Mawar. Ini bisa menjadi langkah awal dalam menciptakan ketertiban di wilayah tersebut,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Pj Wali Kota Bogor, Heri Antasari, menyatakan bahwa pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus berupaya mencari solusi terbaik atas permasalahan yang terjadi di TPS Mawar.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi yang tepat. Pemerintah Kota Bogor akan mengkaji seluruh aspek terkait operasional TPS Mawar, termasuk dampak positif dan negatifnya,” ujar Heri.
Lebih lanjut, Heri menegaskan bahwa pemkot akan mempertimbangkan keberadaan TPS Mawar dengan melihat kebutuhan masyarakat sekitar, terutama dalam hal penyediaan bahan pangan. Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bogor.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman tanpa gangguan aksi premanisme,” pungkasnya.
Sementara itu, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan berusaha mengungkap semua pihak yang terlibat dalam peristiwa penembakan yang merenggut nyawa seorang buruh tersebut. Pemerintah dan aparat keamanan mengimbau warga untuk tetap tenang dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan guna menjaga keamanan bersama.





