Aksi Unjuk Rasa 400 Warga, Polsek Parung Pastikan Hotel OTW Ditutup Sementara

Aksi damai yang berlangsung pada pukul 13.30 WIB di depan gerbang Hotel OTW ini diikuti oleh sekitar 400 orang

bogortraffic.com, BOGOR – Polsek Parung bersama stakeholder terkait menindaklanjuti aksi damai warga Desa Iwul, Kecamatan Parung, yang memprotes keberadaan penginapan Hotel OTW.

Warga menuntut agar hotel tersebut ditutup karena diduga menyalahgunakan izin operasional dan menjadi tempat praktik prostitusi terselubung.

Bacaan Lainnya

Aksi damai yang berlangsung pada pukul 13.30 WIB di depan gerbang Hotel OTW ini diikuti oleh sekitar 400 orang, termasuk warga Desa Iwul dan Lembaga Penyadaran Bantuan Hukum Forum Adil Sejahtera (LPBH-FAS).

Sebelum aksi berlangsung, Polsek Parung menggelar apel pengamanan pada pukul 11.00 WIB di halaman parkir penginapan. Apel dipimpin oleh Kapolsek Parung, Kompol Doddy Rosjadi, S.H., M.H., dan didampingi oleh sejumlah pejabat kepolisian serta unsur TNI dan Satpol PP.

Personel yang dikerahkan dalam pengamanan aksi damai ini meliputi:

  • Gabungan personel Polsek Jajaran Zona V dan VI
  • Sat Samapta Polres Bogor
  • Koramil dan Satpol PP

Dalam arahannya, Kapolsek menekankan agar seluruh personel tetap bertindak profesional, menjaga situasi tetap kondusif, dan tidak terpancing emosi selama berlangsungnya aksi.

Pukul 13.30 WIB, massa aksi tiba di depan gerbang Hotel OTW. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, mereka melakukan orasi bergantian dan membentangkan spanduk berisi tuntutan utama, yaitu penutupan Hotel OTW karena dianggap menyalahi izin operasional dan mengganggu masyarakat sekitar.

Pukul 14.30 WIB, perwakilan massa aksi melakukan mediasi dengan pihak hotel yang difasilitasi oleh Polsek Parung. Mediasi ini dihadiri oleh:

  • Kapolsek Parung Kompol Doddy Rosjadi, S.H., M.H.
  • Danramil Parung Kapten Inf. Rahmat Saleh
  • Perwakilan massa aksi, Ust. Jarkasih
  • Perwakilan Hotel OTW, Egi
  • Perwakilan LPBH-FAS, Edi Iriadi, S.H., M.H.

Pihak massa aksi menyampaikan beberapa poin keberatan:

  • Ditemukan adanya anak remaja yang masuk ke hotel.
  • Izin operasional hotel diduga tidak sesuai dengan peruntukannya.
  • Aktivitas di hotel dianggap mengganggu kenyamanan warga sekitar.
  • Massa aksi mengancam akan terus mengawal kasus ini jika pelanggaran tetap terjadi.

Pihak Hotel OTW memberikan tanggapan:

  • Akan memperketat aturan bagi tamu yang menginap.
  • Mengklaim bahwa izin operasional hotel resmi dan lengkap.
  • Tetap menghormati aspirasi masyarakat.
  • Bersedia menutup hotel sementara untuk mengevaluasi kebijakan operasionalnya.

Setelah mediasi, pihak kepolisian dan stakeholder terkait memutuskan bahwa Hotel OTW akan ditutup sementara sampai ada hasil evaluasi lebih lanjut.

Pukul 15.50 WIB, aksi damai berakhir dengan situasi aman dan terkendali. Massa membubarkan diri tanpa adanya penutupan jalan berkat pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi tetap kondusif, dan pihak berwenang akan terus mengawasi perkembangan kasus ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan