bogortraffic.com, BOGOR– Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) periode 2023–2025, I Wayan Darmawan, menyerukan pesan kuat mengenai persatuan masyarakat sipil. Di hadapan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan ribuan kader, KMHDI mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa aktivis hak asasi manusia (HAM) KontraS, Andrie Yunus.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan dalam acara Ceremony Mahasabha XIV KMHDI yang digelar di Lampung pada Rabu (01/04/2026). Wayan Darmawan menegaskan bahwa serangan terhadap pejuang HAM adalah ancaman serius bagi demokrasi Indonesia.
“Peristiwa ini bukan hanya dirasakan oleh korban, tetapi menjadi ancaman bagi kita semua yang terus bersuara lantang untuk menegakkan demokrasi di republik ini,” ujar Wayan Darmawan.
Alarm Serius Bagi Demokrasi dan Penegakan HAM
KMHDI menilai penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat ditoleransi. Tindakan ini dianggap berpotensi memberangus kebebasan berekspresi di tanah air.
Dalam orasinya, Wayan mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk memperkuat solidaritas dan tidak mudah terpecah belah oleh intimidasi dalam bentuk apa pun.
“Bangsa ini tidak bisa hanya dibangun oleh satu atau dua kelompok saja, tidak bisa hanya dibangun oleh pemerintah saja. Dukungan masyarakat sipil sangat penting dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju,” tegas Wayan.
Momentum Mahasabha XIV: Peran Aktif Masyarakat Sipil
Wayan menilai pembangunan bangsa yang berkeadilan memerlukan peran aktif dari kelompok kritis sebagai penyeimbang. Melalui momentum Mahasabha XIV, KMHDI mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai demokrasi dan memastikan ruang aman bagi para pejuang kemanusiaan.
KMHDI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan dan memastikan negara hadir dalam memberikan perlindungan bagi setiap warga negara yang memperjuangkan keadilan. Solidaritas antar-elemen masyarakat sipil disebut sebagai kunci utama untuk menghadapi tantangan demokrasi di masa depan.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh nasional serta umat Hindu dari seluruh penjuru Indonesia, menandai agenda besar organisasi dalam merumuskan arah gerak KMHDI untuk periode mendatang.


